spot_imgspot_imgspot_img
Rabu, Juni 12, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITATebuireng Adakan Seminar Bertajuk "Refleksi Sejarah Resolusi Jihad Untuk Kaum Muda Milenial"

Tebuireng Adakan Seminar Bertajuk “Refleksi Sejarah Resolusi Jihad Untuk Kaum Muda Milenial”

Moderatpers.comPondok Pesantren Tebuireng Jombang adakan Seminar Nasional dalam rangka memperingati hari santri dan resolusi jihad Tebuireng yang ke-70 tahun, pada Selasa (9/11). Seminar ini mengusung tema “Refleksi Sejarah Resolusi Jihad untuk Kaum Muda Milenial”.

Bertempat di aula lt. 03 KH. M. Yusuf Hasyim, acara seminar berlangsung dari pukul 09.00 s/d 13.15 WIB. Tak hanya dilakukan secara offline, seminar resolusi jihad ini juga disiarkan secara online melalui kanal youtube Tebuireng Official.

Selain sambutan dari pengasuh Tebuireng, seminar nasional ini juga menghadirkan 4 narasumber, diantaranya Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) selaku keynote speeker yang memberikan sambutannya melalui sambungan zoom meeting, Dr. Rijal Mumazziq, M.H.I (Rektor Inaifas, Jember) selaku pembicara pertama, Dr. H. Emil Elestianto Dardak B.Bus, M.Sc (Wakil gubernur Jawa Timur) sebagai pembicara kedua, dan H. Irfan Asy’ari Sudirman (Creativepreneur) sebagai pembicara terakhir yang hadir langsung ke Tebuireng.

Baca Juga : Tanggapi Soal Resolusi Jihad, Gus Ipang: Setiap Zaman Ada Orangnya Dan Setiap Orang Ada Zamannya

Peserta seminar didominasi oleh siswa-siswi, santri, dan mahasiswa di sekitar Tebuireng dan ada beberapa dari daerah Jombang lainnya. Peserta yang hadir pun tertib dan mematuhi protokol kesehatan.

Dalam sambutan pengasuh Pesantren Tebuireng, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau yang kerap disapa Gus Kikin menyampaikan, bahwa K.H. Hasyim Asy’ari sangat berperan penting dalam fatwa resolusi jihad.

“K.H. Hasyim Asy’ari sejak masa penjajahan sampai merdeka itu sangat berperan penting. Bahkan, setelah merdeka ketika tantara Inggris dan Belanda datang lagi ke Indonesia itu beliau masih memikirkan bagaimana caranya mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Salah satunya ketika mengumpulkan para masyayikh dan santri di Surabaya pada (21/10/1945) untuk fatwa jihad, kemudian (22/10/1945) terjadi resolusi jihad,” tuturnya.

Atas dasar itulah, kemudian di tahun 2015 pemerintahan presiden Joko Widodo menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sekaligus mengenang resolusi jihad yang dilakukan oleh para ulama dan santri kala itu.

Baca Juga : Pesantren Tebuireng Adakan Ngaji Matematika Bersama GERNAS TASTAKA NU Circle Di Peringatan HSN 2021

Dalam resolusi jihad, K.H. Hasyim Asy’ari tidak hanya mengajarkan akan pentingnya keilmuan. Beliau juga mengajarkan betapa pentingnya persatuan, sehingga dapat menyatukan para santri dan rakyat Indonesia dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. Kedua poin penting ini yang hingga kini di refleksikan oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari.

Menanggapi soal resolusi jihad, H. Irfan Asy’ari Sudirman yang juga merupakan putra sulung alm. Gus Sholah menyampaikan, bahwa peran generasi millenial dalam merefleksikan resolusi jihad ini amatlah banyak. Seiring perkembangan zaman, resolusi yang dilakukan pun tentunya memiliki perbedaan.

“Resolusi jihad jaman dahulu dengan sekarang itu berbeda. Kita ini katanya harus mengikuti perkembangan zaman ya, karena setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamananya. Jika tidak ingin tergilas oleh zaman maka ikutilah zaman,” terang Gus Ipang, sapaan akrabnya.

Menurutnya, santri-santri sekarang dapat berjihad melalui teknologi yang terus berkembang pesat. Melalui platform-platform digital, para santri dapat berdakwah dan memperjuangkan tendensinya sesuai bakat yang dimilikinya.

 

 

Pewarta : Inni Shofia Amalia

Editor : Rokhimatul Inayah

Penerbit : Tim media Ukmp MÖDERAT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Sekolah advokasi DPM U UNHASY

Kekompakan Tim Menjadi Salah Satu Kunci Keberhasilan Advokasi

0
Moderatpers.com - Wahyu Agung Prasetyo, sebut kekompakan tim menjadi salah satu unsur terpenting dalam keberhasilan advokasi, pada acara Sekolah Advokasi bertema “Penguatan Peran Advokasi...

Kumpulan puisi hari pahlawan 10 November

0
1.Memori BersejarahOleh : Delima Ami AdyaksyahYang selalu berjuang tanpa pamrih.Yang selalu bersemangat tiada letih.Yang selalu membulatkan hingga tak lagi berselisih.Yang selalu melangkah maju hingga...

Hari Kedua POSMARU UNHASY 2021 Hadirkan Kepala Biro Humas BNN RI dan Pengasuh Pondok...

0
Moderatpers.com- Kamis, (14/10), Hari kedua POSMARU UNHASY (Pekan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Hasyim Asy’ari) dikaksanakan via zoom teleconference meeting, dihadiri sekitar 767 peserta, mulai...

Sandiaga Uno Jelaskan Perkembangan Ekonomi Kreatif Pada Wisuda Online Unhasy 2021

8
Moderatpers.com - Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang menggelar wisuda online program sarjana XXX dan pascasarjana XIX tahun akademik 2020/2021, dengan tema “Universitas Berbasis...

Sisi Lain Sampah Mojokerto : Target dan Kebiasaan

82
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan timbunan sampah pertahunnya yaitu sekitar 1,02% pada rentang tahun 2019-2020. Timbunan sampah...