spot_imgspot_imgspot_img
Rabu, Juni 12, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITAAlasan Jombang Dikenal Sebagai Kiblat Warga Nahdliyin

Alasan Jombang Dikenal Sebagai Kiblat Warga Nahdliyin

Moderatpers.com – Meskipun secara resmi NU berdiri di Surabaya, namun hingga kini, kota yang dikenal sebagai kiblat Nahdlatul Ulama’ (NU) adalah Jombang. Tidak heran, pelopor berdirinya organisasi Islam terbesar di Indonesia itu memang sebagian besar berasal dari Jombang.

“NU lebih dikenal di Jombang karena memang tokoh-tokoh pendiri dan penggerak NU berasal dari Jombang. Seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Chasbullah, KH. Bisri Syansuri, dan masih banyak lagi, ” Jelas Muhammad Rafli Rifki Reza, ketua PC IPNU Jombang, Rabu, (02/02).

Secara harfiah, Nahdlatul Ulama’ merupakan  rangkaian dua kalimat yaitu An-Nahdloh berupa isim masdar yang berarti “bangkit/bangun”, dan Al-Ulama, jama’ dari Alimun-Alimani-Ulama’ yang berarti “beberapa orang alim”. Jadi, Nahdlatul Ulama’ berarti kebangkitan para ulama’.

Selama hampir satu abad berdiri, NU tidak pernah mengalami penolakan di Indonesia, termasuk Jombang. Namun tercatat dalam sejarah, bahwa pada era Orde Baru tahun 1966 – 1998, pergerakan dan kegiatan NU sempat dibatasi.

Dimana pada masa pemerintahan Soeharto itu, NU mengalami kondisi yang tidak mudah. Kerap kali bahkan juga mengalami diskriminasi dan represi. Hal itu dikarenakan NU termasuk ormas yang kerap berseberangan dengan pemerintah kala itu.

Baca Juga : Sepak Terjang Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Mendirikan Nahdlatul Ulama’ di Tebuireng

Namun demikian, perkembangan NU dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan termasuk di Jombang. Terlebih juga, keturunan para pendiri NU yang tetap meneruskan dakwah kakek-kakeknya. Contohnya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang merupakan cucu KH. Hasyim Asy’ari. Perannya dalam membangun NU juga masih terasa hingga kini, apalagi ketika menjabat sebagai ketua umum PBNU dan presiden RI ke – 4.

Berbondong-bondong jamaah NU dari seluruh Indonesia bahkan dunia, juga tak pernah henti menginjakkan kakinya di kota yang dikenal sebagai kota santri ini. Niatnya pun beragam, Ada yang berniat untuk nyantri alias menuntut ilmu, berziarah ke makam-makam ulama’, dan sekadar menghadiri acara ke-NU an.

Hal itu dilakukan agar tetap menjaga sanad keilmuan dengan para ulama’, dan tentunya mengharapkan barakah. Dakwah kiai NU yang merangkul umatnya dengan cara fleksibel dan sederhana, menjadikan jumlah warga NU semakin banyak setiap tahunnya.

“Tidak ada perbedaan di dalam NU, karena kita berpegang teguh pada prinsip fikrah nahdliyah yang selalu berkembang mengikuti zaman,” jelas Rafli.

Program-program yang berjalan pun semakin bervariatif. Seperti program yang tetap di pegang teguh hingga kini, yaitu mengupayakan terlaksananya ajaran Islam yang menganut faham Ahlussunnah Wal Jamaah. Program dalam pendidikan dan kebudayaan, di mana terus mengusahakan kesejahteraan rakyat yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan. Hingga program perekonomian yang mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan ekonomi kerakyatan.

 

Pewarta : Inni Shofia Amalia

Editor : Rokhimatul Inayah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Menilik 55 Tahun “Surat Sakti” Supersemar

2
LPM Moderat – Setiap tanggal 11 Maret, Indonesia tidak akan pernah lupa untuk mengenang peristiwa bersejarah, yaitu Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Terjadi 55...
Seminar nasional tebuireng

Tebuireng Adakan Seminar Bertajuk “Refleksi Sejarah Resolusi Jihad Untuk Kaum Muda Milenial”

0
Moderatpers.com - Pondok Pesantren Tebuireng Jombang adakan Seminar Nasional dalam rangka memperingati hari santri dan resolusi jihad Tebuireng yang ke-70 tahun, pada Selasa (9/11)....

Rayakan Hari Santri, UNHASY adakan Bazar Buku Sekaligus Talk Show dan Bedah Buku

1
MINHA.News-Dalam rangka memperingati Hari Santri, Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasyim Asy’ari tahun ini bekerja sama dengan Gramedia Jakarta. Dari hasil kerja tersebut keluarlah...

Ta’aruf Maba PAI Unhasy, Kenalkan Mahasiswa Pada Tridharma Perguruan Tinggi

2
Moderatpers - Himpunan Mahasiswa Program studi Pendidikan Agama Islam (HMP - PAI) universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) adakan kegiatan ta'aruf yang di ikuti oleh mahasiswa...

Memahami Proses Demokrasi Yang Baik, Dan Penerapannya Di Lingkungan Kampus

11
Moderatpers - Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Sebuah sistem pemerintahan yang dilakukan atas dasar kepentingan dari rakyat, oleh rakyat, dan...