spot_imgspot_imgspot_img
Kamis, Juni 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITATanggapan “Dosen” Terkait Perkuliahan Online

Tanggapan “Dosen” Terkait Perkuliahan Online

Moderatpers.com  – Menanggapi Surat edaran dari Rektorat Nomor 3541/UNHASY/C2/XII/2020 tentang kalender akademik semester genap 2020/2021 pada poin pertama yang menuai pro/kontra, yaitu tentang “Perkuliahan di Universitas Hasyim Asy’ari pada Semester Genap Tahun 2020/2021 dilaksanakan secara online/daring”, hal itu pun membuat mahasiswa bertanya – tanya apa alasannya? Dalam kondisi seperti ini banyak dosen yang memilih diam, dan tidak banyak juga yang memberikan argumennya.

Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) berada di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Melihat keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementrian Agama (Kemenag), bahwa pembelajaran online / offline itu tergantung pada kondisi daerah masing – masing. Melihat letaknya Unhasy yang berada di Kabupaten Jombang yang mana Jombang masih berada pada zona merah, disini Dr. Fathur Rahman, M.Pd.I selaku Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam (Kaprodi PBA FAI) memberikan tanggapannya bahwa “Jika dirunduk setuju atau tidak terkait semester depan yang tetap daring (dalam jaringan), dalam kondisi yang seperti ini, maka saya terpaksa harus mengatakan setuju.” Kata Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam (Kaprodi PBA FAI) Dr. Fathur Rahman, M.Pd.I (Pak Fathur), Jumat pagi, (25/12).

Dengan alasan karena kondisi lingkungan kampus yang masih masuk zona merah, kemudian pihak kampus sendiri tidak mampu jika harus mensterilisasi tempat, menyediakan berbagai fasilitas kesehetan seperti masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan disetiap sudut tempat keramain, bahkan jika harus rapid test antibodi, test swab, test antigen satu per satu yang biayanya tidaklah murah. Tidak mungkin, jika semua itu harus dibebankan kepada mahasiswa atau dosen dengan menambah jumlah SPP / UKT (Uang Kuliah Tunggal)atau dari pribadi masing – masing. “Jangankan Kampus kita, Pemerintah Jombang saja sudah kewalahan untuk menangani penyebaran Covid – 19. “ Jelas Pak Fathur.

Pembelajaran daring memang bukanlah suatu keputusan yang diinginkan, bahkan bagi “Si Pembuat Keputusan.” Tetapi, keputusan itu adalah suatu keharusan, demi keselamatan bersama dan untuk menghindari beberapa resiko. Dengan pembelajaran daring, maka secara tidak langsung kita membantu banyak pihak, termasuk pemerintah dalam penanganan wabah Covid – 19. Selain itu, pembelajaran juga lebih fleksibel, artinya mahasiswa tidak harus meninggalkan total aktivitasnya di tempat asalnya, dapat menghemat biaya hidup yang seharusnya digunakan di kos atau pondok, mahasiswa juga lebih leluasa mengembangkan dan mencari sumber yang lebih luas, yang biasanya kalau di kelas, dominan ditentukan oleh dosen.

Kendati demikain, beliau juga mejelaskan dampak negatif pembelajaran daring, yang mayoritas pasti pada signal. Disini Pak Fathur juga memberikan tanggapannya “Jika masih berkeluh kesah perihal paket data, Pemerintah sudah memberikan subsidi kepada mahasiswa dan dosen. Jika tidak tersalurkan, itu adalah soal lain, mungkin memang belum terdata dengan benar. Karena banyak orang yang belum siap dengan kondisi saat ini, sehingga banyak yang merasa kesulitan beradaptasi. Saat perkuliahan pun, dosen dan mahasiswa tidak tahu mana yang aktif, dan mana yang tidak aktif, karena hanya melihat foto dan banyak yang off camera saat pembelajaran dengan media zoom atau google meet”.

Maka dari itu, sudah sejawarnya, jika dosen dan mahasiswa harus beradaptasi dengan teknologi pembelajaran, bermusyawarah mencari media teknologi yang sama – sama dapat di operasikan oleh keduanya, saling jujur selama proses perkuliahan, terus memperbaiki kekurangan satu sama lain, agar perkuliahan berjalan lancar. Tidak hanya dosen dan mahasiswa, pihak kampus juga memberi alternatif tentang kemudahan pelayanan administrasi, siakad, akses informasi, pembayaran, dll yang semuanya berbasis online.

Sementara itu, Ibu Elisa Nurul Laili, S.S., M.A. atau sapaan akrabnya Mrs. Elisa, beliau adalah dosen Bahasa Inggris sekaligus Direktur Pelaksana Pusat Lembaga Bahasa Unhasy juga memberikan tanggapannya bahwa “Edaran pimpinan Universitas sudah merupakan kebijakan yang dipertimbangkan dan dikaji dari berbagai aspek, serta melibatkan berbagai pihak, terutama Pesantren Tebuireng. Alasan utama tentu saja terkait pencegahan dan antisipasi klaster. Karena angka persebaran Covid – 19 di Jombang sendiri juga semakin meningkat tiap harinya”.

Pembelajaran luring / online memang banyak kelemahan, tapi ini yang paling memungkinkan. Apalagi kondisi rumah sakit dimana-mana overload. “Saya mengcopy obrolan dengan teman – teman dosen, pilihannya cuma dua : daring yang membosankan tapi menyelamatkan banyak nyawa, atau luring menyenangkan tapi berpotensi adanya banyak korban jiwa.” Tegas Mrs. Elisa.

Selama pandemi, mungkin sebagian dosen maupun mahasiswa merasa kurang produktif karena masih banyak kekurangannya. Tetapi, jika kita melihat tugas dosen itu juga banyak, tidak hanya mengajar, banyak yang juga meneliti, mengabdi kepada masyarakat, menulis buku, dsb. Sehingga Ketika tatap muka sering meninggalkan kelas, dengan e-learning ini justru merasa banyak terbantu, dan lebih memanfaatkan waktu dengan seefisien mungkin.

Saat pandemi ini semakin banyak karya – karya dosen seperti buku yang terbit, yang mana sangat menunjang untuk akreditasi institusi (universitas). Dari sini, mahasiswa bisa belajar untuk memanfaatkan waktu untuk produktif juga. Kuliah online bukan kendala untuk belajar, sikapilah dengan bijak, karena setiap materi / penugasan yang diberikan dosen dari media apapun sudah sesuai dengan rencana pembelajaran semester. Sehingga, materi itu jugalah yang disampaikan dosen saat kuliah tatap muka.

Pesan untuk Mahasiswa dari beliau saat pembelajaran online adalah harus tetap aktif, produktif, dan bisa memanag (mengatur) waktu dengan baik. Tetap ikuti perkuliahan dan tidak molor tugas, agar bisa mengerjakan tugas – tugas serta kegiatan lain seperti kegiatan organisasi baik intra maupun ekstra. Dengan memanfaatkan dunia digital, mahasiswa juga bisa terus berkarya.

Selain itu, beliau juga memberikan pesan kepada para dosen agar menggunakan media pembelajaran yang familier dan mudah, namun tetap menggunakan rambu – rambu RPS (Rencana Pembelajaran Semester) agar setiap materi dapat tercover dengan baik. Jangan lupa refreshing agar tetap sehat jiwa raga (terutama menjaga imunitas agar tidak gampang terserang virus). Karena tugas – tugas dari kampus yang “Seabrek”, refreshing di rumah bisa dengan noton film, baca buku ringan / novel.

Hikmah pandemi ini salah satunya juga merekatkan ikatan keluarga. Mahasiswa yang biasanya kost atau mondok, jauh dari keluarga, dengan kuliah online jadi bisa dekat dan membantu orang tua, terutama saat perekonomian terpuruk saat ini. Begitu pula Bapak/Ibu Dosen yang biasanya sibuk dengan kegiatan kampus bahkan ada yang hingga malam untuk mengisi kelas karyawan, dengan kuliah online bisa lebih dekat denga keluarga pula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Pemira unhasy

Pemira Unhasy Memanas, Usai 01 Diduga Curang

89
Moderatpers.com – Pemilihan Umum Raya (Pemira) online mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari Jombang memanas, setelah diduga terjadi penggelembungan suara dari salah satu pihak, yaitu pasangan...

Alasan Tetap Bukanya Kolam Renang ‘Pelangi’ Ditengah Pandemi

9
Möderatpers.com- Beberapa lokasi wisata di Kabupaten Jombang ditutup karena adanya lonjakan Covid-19 yang menyebabkan Jombang berstatus Zona Merah. Kecuali lokasi wisata kolam renang ‘Pelangi’...

Hari Tentara Nasional

10
"Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan."-Sutan Syahrir Pasukan Loreng Oleh: Zanatul Faizah Mengabdi dengan sepenuh raga jiwa Berdiri bagai seorang penjaga Di lain waktu menjadi punggawa Sibuknya seperti...

Peringatan 40 Hari dan Sebuah Harapan

0
“ kami berharap para senat mahasiswa diberi kesempatan turut andil dalam mengawal pemilihan rektor baru”

Senpus #PojokSastra

0
-Semangat untuk diri yang sedang Rapuh- HARI YANG MENDUNG by: Rifda Alya Qonita Sinar Mentari menatapku, dedaunan melindungi ku dari terangnya Matahari, bunga bunga yang mewarnai hidupku Dan suhu...