spot_imgspot_imgspot_img
Kamis, Juli 18, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaULASANBukuResensi Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Resensi Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Identitas Buku

Judul Buku        : Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Pengarang          : Tere Liye

Penerbit              : PT. Sabak Grip Nusantara

Tahun Terbit       : 1 Februari 2024

Jumlah Halaman: 371 halaman

Nomor ISBN      : 9786238882205

Peresensi            : Sahrun Ni’am

Novel “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” karya Tere Liye menawarkan kisah tentang perjuangan enam aktivis melawan korporasi multinasional. Buku ini menggambarkan dampak buruk perusahaan tambang terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya, dengan latar belakang cerita yang sarat dengan realitas sosial-politik Indonesia. Melalui kisah ini, Tere Liye berusaha membuka mata pembaca mengenai kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial yang sering terjadi, terutama dalam konteks perusahaan tambang yang kerap kali bertindak semena-mena.

Secara umum, novel ini membawa pembaca menyusuri kisah enam tokoh aktivis yang berusaha menghentikan izin konsesi perusahaan tambang PT Semesta Mineral & Mining. Aktivis ini berasal dari latar belakang yang beragam, seperti jurnalis, sutradara, penulis, dan pemilik kedai kopi, serta pegiat lingkungan itu sendiri yang memiliki alasan dan motivasi sendiri dalam berjuang melawan ketidakadilan.

Narasi cerita dimulai dari sebuah ruang sidang berukuran 3×6 meter, di mana berbagai saksi memberikan kesaksiannya mengenai dampak negatif yang dialami masyarakat akibat kehadiran perusahaan tambang tersebut. Melalui kilas balik, pembaca diajak memahami bagaimana perusahaan tambang ini telah merusak kehidupan masyarakat yang dulunya harmonis. Mulai dari jatuhnya korban jiwa, penyebaran wabah penyakit, kerusakan hutan, hingga pengusiran masyarakat pribumi dari tanah leluhurnya, semuanya tergambar jelas dalam cerita ini.

Yang menarik dari novel ini adalah detail penggambaran para karakter dan latar belakang mereka. Tere Liye berhasil menghadirkan tokoh-tokoh dengan kepribadian kuat yang mampu memikat hati pembaca. Misalnya, tokoh jurnalis yang gigih mengungkap kebenaran meski dihadapkan pada berbagai ancaman atau pemilik kedai kopi yang menyimpan cerita menyedihkan di balik perjuangannya. Konflik batin dan perjuangan masing-masing karakter memberi warna dan kedalaman pada cerita, menjadikannya lebih dari sekadar kisah perjuangan biasa.

Selain itu, novel ini juga diisi dengan adegan persidangan yang menegangkan, di mana para saksi dari kedua belah pihak memberikan kesaksian yang membuka mata pembaca mengenai realitas pahit yang dihadapi masyarakat sekitar tambang. Kehadiran saksi dengan latar belakang berbeda-beda memperkaya cerita dan memberikan sudut pandang yang lebih luas mengenai dampak perusahaan tambang tersebut.

Kelebihan:

Mengangkat tema perjuangan melawan ketidakadilan dan kerusakan lingkungan, Teruslah bodoh jangan pintar sangat relevan dengan kondisi saat ini. Topik ini dapat menggugah kesadaran pembaca tentang pentingnya menjaga lingkungan dan melawan ketidakadilan.

Alur cerita yang penuh dengan ketegangan dan petualangan membuat pembaca terus penasaran dengan kelanjutan cerita. Perpindahan antara persidangan dan kilas balik kehidupan para saksi menambah dinamika dan kompleksitas cerita.

Penggambaran karakter yang mendalam dan detail membuat tokoh-tokoh dalam novel ini mudah diingat dan memiliki kepribadian yang kuat. Ini membuat pembaca lebih terikat dengan cerita dan peduli terhadap nasib para karakter.

Novel ini sarat dengan pesan moral mengenai pentingnya keberanian, idealisme, dan perjuangan untuk kebenaran. Penulis menyampaikan pesan ini dengan cara yang tidak menggurui, tetapi menginspirasi.

Kekurangan:

Novel ini mengandung beberapa adegan kekerasan yang cukup brutal mungkin tidak cocok untuk pembaca yang sensitif. Meskipun adegan-adegan ini menambah realisme dan ketegangan cerita, namun bisa saja menjadi penghalang bagi beberapa pembaca. Bagian akhir cerita terasa agak terburu-buru dan kurang klimaks. Seakan-akan penyelesaian cerita dipaksakan untuk segera selesai, sehingga beberapa pembaca mungkin merasa kurang puas dengan ending tersebut.

“Teruslah Bodoh Jangan Pintar” adalah sebuah novel yang menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Dengan tema relevan, alur cerita menarik, karakter kuat, dan pesan moral mendalam, novel ini layak menjadi bacaan bagi siapa saja yang peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Meski terdapat beberapa kekurangan, seperti adegan brutal dan ending yang terkesan terburu-buru, kelebihan yang dimiliki novel ini jauh lebih dominan dan berkesan.

Secara keseluruhan, “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai cerita petualangan dengan nilai-nilai moral yang kuat. Novel ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk merenungkan dan mungkin bertindak terhadap ketidakadilan dan kerusakan lingkungan yang ada di sekitar kita.

 

Editor: Lulu

2 KOMENTAR

  1. of course like your website but you have to check the spelling on several of your posts A number of them are rife with spelling issues and I in finding it very troublesome to inform the reality on the other hand I will certainly come back again

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Mendekati Akhir Ramadhan, BEM FE UNHASY Adakan Santunan Anak Yatim

9
ModeratPers - Mendekati akhir Ramadhan, badan eksekutif mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) Universitas Hasyim Asy'ari (UNHASY) menggelar santunan anak yatim di pantai asuhan Al...

PPMI Adakan Bincang Santai Bertema “Pers Mahasiswa Tolak Tiga Periode, Pemilu Ditunda, dan Tipu-Tipu”

0
Moderatpers.com - Tanggapi isu politik tentang penundaan pemilu, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) mengadakan bincang santai dengan tema “Pers Mahasiswa Tolak Tiga Periode, Pemilu...
Perkenalkan Dunia Ekonomi Islam, HMP EKIS Adakan Diklat Virtual

Perkenalkan Dunia Ekonomi Islam, HMP EKIS Adakan Diklat Virtual

8
Moderatpers.com – Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy’ari menyelenggarakan Diklat Ekonomi Islam yang bertajuk “Mencetak Generasi Ekonomi Robbani Yang Solutif Untuk...

Pemandian Sumberpengantin, Situs Budaya Jombang Yang Menyimpan Kisah Misterius

0
Moderatpers - Jombang, selain dikenal dengan kota santri, kota ini merupakan salah satu tujuan banyak orang untuk mengunjungi destinasi wisata religi karena banyak sekali...

Melawan Lupa! Tragedi September Penuh Darah (Part I)

0
Moderatpers.com - Bulan September dikenal sebagai bulan kelam dalam HAM. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi dimasa lampau diantaranya seperti : Pembunuhan Munir...