spot_imgspot_imgspot_img
Kamis, Juni 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITAKH. Musta'in Syafi’i : Al Aman Qoblal Iman

KH. Musta’in Syafi’i : Al Aman Qoblal Iman

Moderatpers.com – Pakar ilmu tafsir sekaligus Mudir I Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng, KH. Musta’in Syafi’i, M.Ag menjelaskan pentingnya mencegah radikalisme dengan kata “Al aman Qoblal iman”.

Hal ini diterangkan oleh kiai Musta’in – sapaan akrabnya saat menjadi pemateri dalam seminar radikalisme – salah satu agenda acara Dies Natalis ke IV Fakultas Agama Islam (FAI) Unhasy di Aula lantai 3 Gedung A.

Kata “Al aman Qoblal iman” secara bahasa dapat diartikan aman dulu baru iman. Bisa disimpulkan bahwa arti kata ini adalah keamanan dan kedamaian suatu negara adalah hal yang utama dalam meningkatkan iman dan takwa.

“Menjaga keamanan dalam suatu negara adalah hal yang utama dalam meningkatkan keimanan dalam diri seseorang,” kata Kiai Musta’in, Selasa, (28/06)

Penjelasan Kiai Musta’in ini tentu saja mengarah pada Indonesia yang merupakan negara dengan keragaman budaya, suku, dan agama. Sebagai negara yang plural, faham radikalisme sangat bertentangan dengan ideologi yang ada di Indonesia, yakni Pancasila.

Ia pun menyebutkan bahwa aspek kehidupan tidak selalu bersinggungan langsung dengan tuhan. Oleh karena itu, selain menjalin hubungan baik dengan tuhan, kita juga perlu menjalin keharmonisan antar umat beragama.

“Tidak selalu berhubungan langsung dengan tuhan, kehidupan beragama yang harmonis juga harus kita jaga,” terangnya.

Baca Juga : Dalam Rangka Dies Natalis ke IV, BEM FAI Gelar Seminar Nasional

Dalam upaya pencegahan masuknya faham radikalisme, masyarakat dituntut untuk memiliki rasa kecintaan yang kuat terhadap tanah air atau nasionalisme. Masyarakat harus memahami bahwa radikalisme adalah faham yang dapat memecah belah umat.

Mencegah faham radikalisme adalah kunci dalam menjaga kedamaian suatu negara. Dengan menjalin hubungan yang harmonis antar umat beragama, menjalankan ibadah akan terasa lebih nyaman dan tenang.

Oleh karena itu, mahasiswa di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah masuknya faham radikalisme ini. Menurut Kiai Musta’in, mahasiswa harus pandai memilah suatu ideologi yang masuk dan dipercayai. Jangan sampai pemahaman yang bersifat radikal langsung diterima mentah – mentah.

 

Pewarta : M. Maksum Ali

Editor : Rokhimatul Inayah

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Jum’at Puisi (JumPus) #Bebas-8

68
“Jangan bersedih. Segala sesuatu yang hilang darimu akan datang kembali dalam bentuk yang lain” -Jalaluddin Rumi Pujangga Gila Oleh: Helfi L Katanya, cinta bisa membuat buta Tapi aku tak...

PERNYATAAN SIKAP PPMI DK KEDIRI ATAS UPAYA KRIMINALISASI SEMBILAN AWAK LPM LINTAS IAIN AMBON

0
Moderatpers.com - UKMP Moderat Unhasy mengutip dan menerbitkan kembali atas pernyataan PPMI DK Kediri terkait pernyataan sikap dan aksi solidaritas atas upaya kriminalisasi terhadap...

Dies Natalis Ke IX, HMP MPI Gelar Seminar Nasional

0
ModeratPers - Dalam rangka Dies Natalis ke - IX Program Studi  Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP)...
Mengintip Isi Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari

Mengintip Isi Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari

0
Moderatpers.com – Selain dikemas dalam buku-buku paket yang dipelajari di sekolah, kisah sejarah datangnya Islam ke Nusantara juga bisa ditemukan di Museum Islam Indonesia...

Eksistensi Ekskul drumband MA Hasyim Asy’ari Jogoroto

0
Moderatpers - Drumband  atau marching band adalah salah satu ekstrakulikuler di sekolah yang cukup populer dan menarik perhatian siswa mulai dari tingkat SD hingga...