spot_imgspot_imgspot_img
Minggu, Juni 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaUNEK-UNEKArtikelINTEGRASI KURIKULUM PERGURUAN TINGGI DAN PESANTREN

INTEGRASI KURIKULUM PERGURUAN TINGGI DAN PESANTREN

Moderatpers.com -Universitas merupakan jenjang pendidikan tinggi setelah SLTA, seiring berkembangnya zaman tak sedikit perguruan tinggi yang menyadari bahwa mereka juga perlu menerapkan kurikulum yang berbasis pesantren sehingga banyak perguruan tinggi yang memiliki asrama atau pesantren, atau sebaliknya pesantren yang memiliki perguruan tinggi.

 

Bagi pesantren yang kemudian memiliki perguran tinggi, tidak akan mengalami kesulitan yang berarti dalam mensingkronisasikan kurikulumnya atau mengintegrasikan kurikulumnya karena memang kurikulum perguruan tingginya sudah disesuaikan dengan jengan pendidikan yang ada di pesantren tersebut, sehingga tidak terjadi pengulangan mata kuliah, dan kegiatannya, karena otorisasi pengelola, pengasuh, yayasan, atau pemangku kebijakan di perguruan tinggi tersebut sama dengan yang mengetur pesantren tersebut, namun juga terkadang dijumpai berjalan sendiri-sendiri sehingga kurikulumnya tidak singkron atau berkelanjutan.

 

Berbeda halnya dengan perguruan tinggi yang lahir terlebih dahulu, baru kemudian setelah beberapa tahun lamanya baru membangun pesantren atau asrama mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi pesantren mahasiswa, tidak hanya sebagai penganti tempat kos, sehingga sudah selayaknya pesantren mahasiswa/i tersebut juga memiliki kegiatan sebagaiman pesantren pada umumnya, namun yang perlu diingat di sini adalah bahwa kendali singkronisasi kurikulum atau integrasi kurikulum antara perguruan tinggi dan pesantren mahasiswa tidak berada pada pengasuh atau direktur pesantren mahasiswa, tetapi pada pengelola perguruan tingginya; mulai rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, kaprodi, dan dosennya, jadi sebaik apapun pengasuh pesantren mahasiswa tidak akan sukses mengimplementasikan integrasi kurikulum perguruan tinggi dengan kurikulum pesantren mahasiswa, karena pesantren mahasiswa dibangun sebagai pelengkap pendidikan agama mahasiswa yang semula dibebankan dalam kurikulum perguruan tinggi.

 

Integrasi kurikulum antara kurikulum perguruan tinggi dengan kurikulum pesantren mahasiswa hanya bisa dilakukan ketika di perguruan tinggi memiliki kurikulum yang wajib ditempuh oleh mahasiswa agar mereka bisa lulus kuliah, dan perguruan tinggi juga mewajibkan mahasiswa menempuh pembelajaran di pesantren mahasiswa agar bisa lulus kuliah, atau dengan bahasa lain, bila perguruan tinggi itu menggunakan sistem sks maka ada sejumlah sks mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa di perguruan tinggi dan juga ada sejumlah sks yang harus ditempuh oleh mahasiswa di pesantren mahasiswa, sehingga perkuliahan yang ditempuh oleh mahasiswa menyatu antara mata kuliah yang ada di perguruan tinggi dan mata kuliah yang ada di pesantren mahasiswa.

 

Integrasi kurikulum perguruan tinggi seperti ini tidak bisa ditawar-tawar lagi bila sebuah perguruan tinggi ingin memaksimalkan fungsi pesantren mahasiswa yang sudah dibangun sebagai penopang pendidikan agama mahasiswanya karena dirasa muatan agama yang ada di kurikulum perguruan tingginya belum mampu menjadikan para mahasiswanya menguasai ilmu-ilmu agama yang diharapakan akan berdampak pada perbaikan akhlak mahasiswanya.

 

Inilah salah satu pembeda antara perguruan tinggi yang berbasis pesantren mahasiswa dengan perguruan tinggi yang tidak berbasis pesantren, baik yang memang didirikan dalam naungan pengelola tersendiri atau dalam naungan yayasan pesantren tetapi prakteknya tidak menjalankan nilai-nilai, budaya, sistem, jiwa, keluhuran akhlak dan kurikulum pesantren yang menaunginya seperti materi mengajinya, cara belajarnya, budanya perilakunya, busananya, kitab-kitab yang dikaji, dan lain-lain.

 

Untuk itulah mengawal berjalannya integrasi kurikulum perguruan tinggi dengan kurikulum pesantren mahasiswa bukan pekerjaan yang mudah dan bukan menjadi tanggung jawab pengasuh pesantren mahasiswa semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab para pimpinan di perguruan tinggi mulai rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, kaprodi, dosen, dan sivitas perguruan tinggi lainnya yang memiliki kebijakan dalam mendisiplinkan pelaksanaan integrasi kurikulum tersebut, apalagi otoritas yang menyatakan kelulusan mahasiswa ada di perguruan tinggi, bukan di pesantren mahasiswa.

 

Bila suatu perguruan tinggi dapat merealisasikan berjalannya integrasi kurikulum tersebut, maka perguruan tinggi tersebut akan dapat mencetak lulusan-lulusan yang memiliki intelektual dalam keilmuan dan memiliki keluhuran budi pekerti yang baik dalam berperilaku sehari-hari.

Allahu a’lam bissowab

 

Penulis : Fatkhur Rohman

7 KOMENTAR

  1. Nice read, I just passed this onto a friend who was doing some research on that. And he just bought me lunch as I found it for him smile So let me rephrase that: Thanks for lunch! “But O the truth, the truth. The many eyes That look on it The diverse things they see.” by George Meredith.

  2. Hi, just required you to know I he added your site to my Google bookmarks due to your layout. But seriously, I believe your internet site has 1 in the freshest theme I??ve came across. It extremely helps make reading your blog significantly easier.

  3. I’d have to verify with you here. Which is not something I usually do! I get pleasure from studying a post that can make people think. Additionally, thanks for permitting me to comment!

  4. hey there and thank you to your information – I’ve definitely picked up something new from right here. I did then again experience a few technical points the usage of this site, since I experienced to reload the web site a lot of occasions previous to I may get it to load properly. I were brooding about in case your web host is OK? No longer that I am complaining, but sluggish loading cases instances will sometimes affect your placement in google and could injury your high-quality score if ads and ***********|advertising|advertising|advertising and *********** with Adwords. Well I am adding this RSS to my email and could look out for much extra of your respective interesting content. Ensure that you update this again soon..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Keren!!!Dekan FE Unhasy Jadi Pembicara di Webinar UiTM Malaysia

0
LPM FUM – Senin, (18/01/2020), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasyim Asy’ari bekerja sama dengan Tim Kelompok D’Bankers Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Negeri...

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW “Sugeng Ambal Warsa Kanjeng Nabi”

14
Lahirnya Nabi Muhammad SAWBulan Rabiul awal, tepatnya setiap tanggal 12 memiliki posisi yang luar biasa di hati setiap umat muslim baik Timur dan Barat,...

Cerita Sukses Mahasiswa Terbaik FIP Unhasy

0
Moderatpers.com - (11/10/2020) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang telah menggelar acara yudisium virtual via zoom dan youtube seperti perguruan tinggi...

Senin puisi (senpus)

0
PulangKarya: (dan) Ketika…Jalani hari tanpa rasaMenghardik diri begitu hinaMenyapa makhluk seakan suci dimata.Menyelamlah dalam diriSembuhkan penyakit buas hatiJauh mendalam engkau kan mengenal rasa syukur, Tuhan...

Pengaruh Media Sosial Terhadap Komunikasi Antarindividu: Membuka Peluang Dan Tantangan Baru

80
ModeratPers - Media sosial telah merevolusi cara kita berkomunikasi antarindividu. Dalam artikel ini, kami akan membahas pengaruh media sosial terhadap komunikasi antarindividu dan konsekuensinya...