spot_imgspot_imgspot_img
Kamis, Juli 18, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaULASANBukuMenjadi Manusia Menjadi Hamba

Menjadi Manusia Menjadi Hamba

Fitrah Kemanusian Dan Tanggung Jawab Kehambaan

Gaya hidup modern, di samping menawarkan berbagai kenikmatan dan kemudahan dalam berkehidupan kerap saja menimbulkan  sebuah dehumanisasi atau perilaku yang merendahkan manusia lainnya. Banyak manusia seolah kehilangan kemanusiaanya khilangan fitrahnya khususnya dimensi spiritual. “Menjadi Manusia, Menjadi Hamba” adalah sebuah perjalanan filosofis yang mendalam menuju pemahaman akan esensi hidup dan makna keberadaan kita sebagai manusia.

Dalam karya ini, penulis memandang hidup sebagai sebuah perjalanan spiritual yang membutuhkan refleksi mendalam tentang hubungan kita dengan yang Maha Kuasa. Buku ini membuka pembicaraan tentang apa artinya menjadi manusia sejati, sebuah pencarian yang melewati lapisan-lapisan kompleksitas eksistensial. Penulis mengajak pembaca untuk merenungkan konsep-konsep seperti pengabdian, kesadaran, dan penerimaan diri, serta bagaimana semua itu berkaitan dengan hubungan kita dengan alam semesta dan penciptanya.

Dalam buku “Menjadi Manusia, Menjadi Hamba” karya Dr. Fahruddin Faiz ini pembaca diajak untuk memahami bagaimana menjadi manusia sejati yang sadar akan hakikat kehambaannya, dan menjadi hamba yang yang sadar akan kedudukan dan perannya sebagai manusia di muka bumi ini. Dalam menjadi manusia yang mempunyai tuhan untuk disembah maka ia pun mempunyai posisi sebagai hamba. Dan hamba yang sempurna dalam penghambaannya tak akan mengagungkan pikiran, kekayaan, jabatan dan kedunian yang ia miliki.

Buku “Menjadi Manusia, Menjadi Hamba” Menjelaskan bahwa Manusia merupakan puncak dari penciptaan yang dikehendaki oleh Tuhan. Allah menciptakan bumi ini dengan keadaan yang siap untuk menjadi tempat tinggal bagi manusia. Manusia kemudian ditempatkan di bumi setelah semuanya telah disiapkan dengan baik. Allah menciptakan bumi dan seluruh isinya, serta mengatur semuanya agar layak bagi kehidupan manusia. Sebagai hasilnya, manusia dianggap sebagai tujuan akhir dari proses penciptaan ini. Kita dianggap sebagai karya agung Allah, ciptaan terbaik-Nya yang sangat dihargai di hadapan malaikat.

Banyak filsuf Muslim menggambarkan manusia sebagai mikrokosmos atau ‘jagat cilik’ dalam bahasa Jawa, menggambarkan bahwa dalam diri manusia terdapat seluruh unsur alam semesta. Manusia merupakan perpaduan dari unsur-unsur alam seperti api, tanah, air, dan udara, serta memuat unsur mineral, tumbuhan, hewan, dan bahkan elemen-elemen ilahi seperti yang terdapat pada malaikat. Dari perspektif kosmik, manusia memiliki segalanya. Sebenarnya, hakikat manusia adalah spiritual, sebagai makhluk yang turun ke bumi, bukanlah hanya sekadar entitas jasadiyah yang dapat naik ke tingkat spiritualitas. Manusia pada dasarnya adalah makhluk spiritual yang dibatasi oleh keberadaan jasad. Oleh karena itu, manusia dianggap sebagai cermin dari Tuhan di bumi ini, sebagai wakil-Nya atau khalifah-Nya yang bertanggung jawab untuk mencerminkan kebaikan dan kebijaksanaan-Nya di seluruh dunia.

Kelebihan

  1. Kedalaman Pemikiran : Buku ini menawarkan refleksi yang dalam tentang makna hidup dan tujuan eksistensi manusia.
  2. Keterbukaan : Meskipun berakar pada tradisi spiritual tertentu, buku ini tetap terbuka bagi pembaca dari berbagai latar belakang.
  3. Inspiratif : Tulisannya menginspirasi pembaca untuk merenungkan tujuan hidup mereka dan bagaimana mereka dapat menjadi manusia yang lebih

Kekurangan :

Kekurangan buku ini hanya di tata bahasa yang filosofis sekali banyak kata yang mungkin pembaca harus googling arti kata tersebut selebihnya pmbaca akan sangat menikmati membaca buku satu ini

“Menjadi Manusia, Menjadi Hamba” adalah sebuah karya yang memukau dan mendalam, mengajak pembaca dalam perjalanan spiritual untuk memahami diri mereka sendiri dan hubungan mereka dengan alam semesta. Dengan penuh penghargaan terhadap keragaman manusia, buku ini menjadi panduan yang bermakna bagi siapa pun yang mencari makna dalam hidupnya.

 

Judul: Menjadi Manusia, Menjadi Hamba

Penulis : Fahrudin Faiz

Penerbit : Noura Books

ISBN : 9786232421547

Tahun Terbit : 2020

Tebal Buku : 308 halaman

peresensi : Faizin

 

Editor : Lulu

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Gambar : Moderatpers

Keistimewaan dan Peristiwa Penting di Bulan Dzulqa’dah

2
Moderatpers.com - Umat Islam saat ini sudah memasuki bulan Dzulqa’dah, yakni bulan yang jatuh setelah Syawwal. Perlu diketahui bahwa bulan Dzulqa’dah memiliki berbagai keistimewaan...

Pengaruh Media Sosial Terhadap Berkurangnya Minat Baca

1
Membaca adalah jendela dunia, karena dengan membaca maka manusia dapat mengetahui banyak hal yang tidak diketahuinya. Oleh karena itu, membaca adalah hal yang sangat...

KISAH INSPIRATIF SANTRI HUFADZ SEKALIGUS MAHASISWA PRODUKTIF

0
MINHA.news-“Mahasiswa produktif” begitulah gelar penghargaan yang diberikan oleh Rektorat Universitas Hasyim As’yari pada sabtu (25/10/2019). Apresiasi terhadap penerbit 5 buku sekaligus pada tahun 2019...
Foto : Kedua Paslon Berfoto Bersama Pasca Debat Kandidat (Dok. Atiq)

Melihat Visi Dan Misi Dua Paslon Ketua BEM UNHASY Periode 2023 – 2024

24
ModeratPers - Ajang demokrasi Pemilihan Umum Raya (PEMIRA)  Mahasiswa  Universitas Hasyim Asyar'i (UNHASY) akan dilaksanakan pada tanggal 12 & 13 Desember 2023. Para calon...
Sensasi Tradisional Nasi Goreng Istimewa Pak Takim, yang dimasak dengan Arang

Sensasi Tradisional Nasi Goreng Istimewa Pak Takim, yang dimasak dengan Arang

0
Moderatpers.com - Nasi goreng adalah makanan khas nusantara yang mudah dibuat. Bahkan, sekarang keberadaanya sudah menjamur berderet di jalanan. Makanan yang digemari berbagai kalangan...