spot_imgspot_imgspot_img
Kamis, Juni 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaUNEK-UNEKArtikelImplementasi Pancasila dalam Kehidupan Pondok Pesantren

Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Pondok Pesantren

Moderatpers.com – Pondok pesantren merupakan suatu tempat bagi para santri untuk menimba ilmu agama Islam, di mana para santri bermukim dan belajar bersama dibawah bimbingan seorang guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai.

Kehidupan dalam pondok pesantren, memiliki andil yang sangat besar dalam mempertahankan nilai – nilai Pancasila. Hal ini ditunjukkan oleh para kiai yang giat menanamkan nilai Pancasila kepada para santri sejak zaman penjajahan hingga pasca kemerdekaan republik Indonesia. Hal itu dapat terlihat dari resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Kehidupan pesantren bisa disebut dengan kehidupan masyarakat kecil yg multikultural, yang mana para santri dilatih untuk memiliki 4 sikap.

Pertama, ada sikap inklusivisme yang berarti sikap untuk berlapang dada, menerima perbedaan dan tidak memaksakan kehendak pribadi.

Kedua humanisme, yang berarti  menilai semua  manusia memiliki derajat yang sama di dunia, tanpa memandang ras, warna kulit,  dan  lain-lain.

Ketiga, adalah  toleransi,  yaitu sikap yang menghargai dan  menghormati  perbedaan  yang  dimiliki tiap  manusia.

Lalu yang terakhir adalah sikap demokrasi, yang berarti  kebebasan  individu  untuk mengemukakan  pendapat dan sudut pandang dari setiap individu.

Dari keempat  sikap  tersebut  dapat  disimpulkan bahwa semua bentuk perilaku yang terdapat di Pesantren merupakan cerminan dari nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.

Nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki unsur ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan. Unsur – unsur itu juga yang menjadi pondasi hidup yang tak terpisahkan dalam kehidupan di pondok pesantren.

Hal tersebut dapat dilihat dari keseharian para santri yang mengimplementasikan setiap sila yang ada dalam Pancasila . sebagai contoh, sila pertama, yang di wujudkan dalam praktek ibadah dan kajian kitab yang dilakukan oleh para santri.

Sila kedua, diwujudkan dalam sikap santri yang senang bergotong royong dalam menyelesaikan setiap hal dan saling membantu jika ada santri yang mengalami musibah baik secara materi maupun non materi.

Sila  ketiga, diwujudkan dalam kegiatan persatuan para alumni. Dalam hal itu, para alumni akan merumuskan beberapa hal dengan tujuan untuk bersama – sama saling berkontribusi demi memajukan pesantren dan kesejahteraan negara.

Selain itu, kegiatan kerja bakti dan perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang di ikuti oleh seluruh santri juga merupakan implementasi dari sila ketiga ini.

Baca Juga : Peringatan 1 Juni Sebagai Hari Lahirnya Pancasila

Sila keempat, diwujudkan dalam setiap pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah. Baik ustadz, pengurus, dan santri diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat maupun usulan demi memajukan pesantren. Oleh karena itu, kepentingan bersama adalah suatu hal yang paling diutamakan dalam kehidupan pesantren.

Sila kelima, diwujudkan dalam  sikap  adil  tanpa timpang tindih dalam memutuskan hukum bagi santri yang berasal dari berbagai daerah,  suku,  maupun  ras. Pancasila  sebagai  dasar  filsafat  negara Indonesia mengajarkan para santri untuk mengimbangi antara hak dan kewajiban.

Sebagai ideologi negara, Pancasila juga sejalan dengan seluruh agama samawi yang hidup dan berkembang di Indonesia.  Berkatnya, Indonesia yang merdeka pada 1945, masih tetap kokoh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat ini walaupun banyak agama berbeda diamalkan oleh rakyat Indonesia.

 

Penulis : Dimas Maulana

Editor : M. Maksum Ali

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Dari Sulap Limbah Kain Perca, Kini Berdayakan Puluhan Tetangga

Dari Sulap Limbah Kain Perca, Kini Berdayakan Puluhan Tetangga

103
Moderatpers.com – Berawal dari niatan mengurangi limbah dan untuk mencari rezeki, Jamilah, seorang pengrajin jampel berbahan kain perca asal Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten...
Sejarah Lahirnya Hari Kebangkitan Nasional

Sejarah Lahirnya Hari Kebangkitan Nasional

0
Hari ini, Jumat, 20 Mei 2022, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Kebangkitan Nasional atau biasa disebut Harkitnas. Penetapan ini bertepatan...

Sosialisasikan Financial Planning, Dosen Akuntansi Unhasy Adakan Workshop Di Desa Sambirejo

13
Moderatpers.com, Jombang – Rabu, 24 November 2021, Tim Dosen Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang menyelenggarakan Workshop dengan tema...

Kreatifitas Mahasiswa Dalam Ber-Enterpreauner

25
MINHA.News-Menggali potensi dan menambah wawasan merupakan suatu kebutuhan bagi mahasiswa, melaui kegiatan Sharing ”Entrepreneur”, Deni Andrianto dengan dibantu beberapa rekannya yang tergabung dalam Forum...

Jumat Puisi (JUMPUS)

0
  Berkelana Lima jam dua belas menit tujuh detik Tangan dan lemak dikepalaku berkutik Tidak kelaparan, tidak kehausan Mereka hanya ingin perjalanan Garis-garis yang dimuntahkan oleh pena Mentah-mentah membuat ramai bak...