spot_imgspot_imgspot_img
Rabu, Juni 12, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITABanyak Pihak Kecam Tindakan Rektorat IAIN Ambon Pasca Bekukan SK LPM Lintas

Banyak Pihak Kecam Tindakan Rektorat IAIN Ambon Pasca Bekukan SK LPM Lintas

Moderatpers.com – Banyak pihak kecam tindakan Rektorat IAIN Ambon pasca bekukan SK LPM Lintas melalui surat keputusan rektor nomor 95 tahun 2022. Pembredelan tersebut merupakan dampak dari penerbitan majalah bertajuk “IAIN Ambon Rawan Pelecehan”.  Dengan liputan khusus kekerasan seksual yang terjadi di kampusnya.

Mulai dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Ikatan Jurnalis Televisi Independen (IJTI) hingga Perhimpunan Pers Mahasiswa Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan masyarakat umum mengecam tindakan rektorat yang semena-mena tersebut. Berbagai pihak itu, termasuk LPM-LPM kampus di seluruh Indonesia juga terus memberikan dukungan kepada LPM Lintas. Mereka juga menuntut pihak rektorat serta pemerintah agar mengambil tindakan tegas.

Cara yang diambil oleh pihak rektorat terkait isu pelecehan seksual ini dinilai tidak tepat. Koordinator Kaukus Indonesia untuk kebebasan akademik (KIKA) Dhia Al Uyun menuturkan, bahwa seharusnya kampus ikut andil dalam menyelesaikan kasus tersebut bukan malah membekukannya.

“Kampus yang baik adalah kampus yang mau menyelesaikan kasus kekerasan seksual.  Bukan malah meredamnya,” Kata Dhia pada acara diskusi dan konsolidasi yang diselenggarakan oleh PPMI Nasional, Minggu, (20/03).

Baca Juga : Pertama Kalinya, UKMP Moderat Adakan Mubes Offline

Habil Kadir salaku wakil ketua advokasi AJI Ambon juga menilai pembredelan majalah Lintas merupakan tindak diskriminasi kepada LPM, serta tidak sesuai dengan asas kebebasan berpikir dan berekspresi di kampus.

“Kami meminta civitas akademika IAIN Ambon untuk tidak mendiskriminasi LPM yang menulis kritik,” katanya, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com.

Sebelumnya, saat masa audiensi, LPM Lintas meminta pihak rektorat untuk membentuk tim investigasi. Namun, permintaan yang diajukan oleh pihak LPM justru ditolak oleh senat IAIN Ambon. Bahkan, birokrasi IAIN Ambon malah marah dan berujung pada pengancaman dan kekerasan kepada anggota LPM Lintas.

Banyak anggota LPM Lintas juga diancam akan dipersulit pada masa studinya, bahkan akan di drop out (DO) dari IAIN Ambon. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Yolanda Agne (Pimpinan Redaksi) LPM Lintas saat diskusi dengan PPMI Nasional.

“Hingga kini ancaman masih terus dilontarkan pihak dosen. Bahkan, salah satunya juga dosen pembimbing skripsi saya,” jelasnya.

Tidak hanya pembekuan SK, pihak rektorat juga berencana untuk mempolosikan pimred serta kru LPM Lintas. Dikutip dari berbagai media, wakil rektor I IAIN Ambon Ismail Tunanu menyebutkan, bahwa langkah ini merupakan bagian pembinaan kepada mahasiswanya, dan guna memulihkan nama baik kampus.

Isu berbau agama juga dibawa saat peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di IAIN Ambon. Pihak birokrat menganggap, bahwa sesuatu hal yang diberitakan tanpa adanya fakta dan kejelasan, serta tidak membawa dalil Al-Qur’an dan Hadis merupakan sesuatu yang telah melenceng dari ajaran Islam.

Padahal, 32 kasus kekerasan seksual yang terjadi di IAIN Ambon benar adanya dan telah di selidiki dalam jangka waktu yang lama. “Kita gak asal nulis, kita juga sudah riset dan liputan selama bertahun-tahun,” jelas Yolanda.

 

Pewarta : M. Maksum Ali

Editor : Rokhimatul Inayah

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Keren!!!Dekan FE Unhasy Jadi Pembicara di Webinar UiTM Malaysia

0
LPM FUM – Senin, (18/01/2020), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasyim Asy’ari bekerja sama dengan Tim Kelompok D’Bankers Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Negeri...

Senpus (Senin puisi)

0
Tuhan dan rintihan ku Karya: Nasywa kamila nur firdausia Tuhan ingatkah Engkau Tentang tangis ku kala itu Tentang keputus asaan ku Yang tak berujung. Tentang takutku...

Etika Dakwah: Mengapa Dakwah dengan Bahasa Kotor Mudah Diterima oleh Beberapa Masyarakat?

7
ModeratPers - Dalam konteks etika dakwah, penggunaan bahasa yang baik, sopan, dan menghargai adalah prinsip utama yang dijunjung tinggi. Namun, terkadang kita melihat bahwa...

Melawan Lupa! Tragedi September Penuh Darah (Part I)

0
Moderatpers.com - Bulan September dikenal sebagai bulan kelam dalam HAM. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi dimasa lampau diantaranya seperti : Pembunuhan Munir...
Sekolah advokasi DPM U UNHASY

Kekompakan Tim Menjadi Salah Satu Kunci Keberhasilan Advokasi

0
Moderatpers.com - Wahyu Agung Prasetyo, sebut kekompakan tim menjadi salah satu unsur terpenting dalam keberhasilan advokasi, pada acara Sekolah Advokasi bertema “Penguatan Peran Advokasi...