spot_imgspot_imgspot_img
Minggu, Juni 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaUNEK-UNEKEsaiPERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW “Sugeng Ambal Warsa Kanjeng Nabi”

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW “Sugeng Ambal Warsa Kanjeng Nabi”

28 Oktober 2020

Lahirnya Nabi Muhammad SAW
Bulan Rabiul awal, tepatnya setiap tanggal 12 memiliki posisi yang luar biasa di hati setiap umat muslim baik Timur dan Barat, karena kita memperingati hari kelahiran seorang Manusia terbaik, nabi dan rasul. Kelahiran Rasulullah SAW adalah cahaya yang menerangi alam semesta dan kisahnya bagaikan cahaya dan rahmat bagi semesta alam. Allah SWT berfirman: “Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru agama Allah SWT dengan izin-Nya dan jadi cahaya yang menerangi”. (Q.S. Al-Ahzab:46)

Nabi Muhammad SAW Putra dari Abdullah dan Siti Aminah, Ayahanda Nabi wafat di Madinah ketika Nabi masih didalam kandungannya ibunda Siti Aminah. Nabi Muhammad SAW lahir di tanah Mekkah, ketika waktu fajar shubuh hari senin tanggal 12 bulan Rabiul awal tahun gajah tepat tanggal 20 April 571 M. Yang menyusui Nabi itu Siti Halimah binti dzuaib bangsa sa’ad dan dirawat sampai berusia 4 tahun, dan ketika Nabi berumur 6 tahun diajak ibunya pergi ke Madinah untuk bertemu dengan saudara-saudara bangsa Bani ‘Adiyyi Ibn An-Najar. Ketika pulang dari Madinah dan sampai ke desa Abwa lalu ibunya wafat. Jadi Nabi telah berusia 6 tahun sudah tidak mempunyai ayah dan ibu. Lalu beliau dirawat oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib, kakeknya sangat sayang sekali kepada Nabi, dan kakeknya tau kalau Nabi mempunyai kekuatan yang besar, tapi ketika sudah dirawat selama 2 tahun kakeknya Nabi wafat. Kemudian Nabi dirawat oleh pamannya yang bernama Abi Thalib dan pamannya sangat sayang bahkan sampai melebihi sayangnya kepada anaknya sendiri.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Kisah Nabi Muhammad SAW merupakan panutan untuk kehidupan yang bersih, murni, transparan, rendah hati, jujur dan bekerja dengan tulus. Wahai umat Muslim: jika Anda ingin mengagumi seseorang, kagumilah orang yang telah menghidupkan kembali bangsa ini dalam jangka waktu tidak lebih dari 23 tahun. Sesungguhnya, khatib yang sangat luar biasa pada saat itu adalah orang yang telah melakukan berbagai upaya hebat dan terbaik untuk menegakkan status sejumlah orang. Bagaimana mungkin Nabi yang buta huruf ini membangun peradaban Islam yang tidak pernah dapat disesuaikan sepanjang sejarah. Ya, itu adalah sekolah Muhammad Abd Allah yang telah menerapkan moralnya dari Al-Qur’an dan pendidikannya dibentuk oleh Yang Maha Kuasa. Ia menghilangkan semua kelemahan dan kekurangannya, selalu menjadi panutan yang membanggakan, memiliki harga diri dan berani, serta membuka hati banyak orang dengan kemampuannya. “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang bai”. (Q.S. An-Nahl:125)

Sebab itulah ia menjadi guru untuk generasi muda, orang tua, pendidik dan wanita yang paling berbudi luhur bagi para agamawan.
Jadi, bershalawatlah untuk Nabi, sebagaimana Allah SWT telah memerintahkan kalian dalam kitab suci Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (Q.S. Al-Ahzab:56)

Hukum Memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW
Di Indonesia, tiap daerah memiliki tradisi tersendiri dalam memperingati dan merayakan hari kelahiran Baginda Rasulullah. Tapi, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Bagaimana sebenarnya hukum merayakan maulid Nabi?

Melansir dari kolom tanya jawab keislaman di website resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu (1/7/2020), dijelaskan bahwa hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah boleh dan tidak termasuk bid’ah dhalalah (mengada-ada yang buruk) tetapi bid’ah hasanah (sesuatu yang baik). Karena tidak ada dalil-dalil yang mengharamkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, bahkan jika diteliti malah terdapat dalil-dalil yang membolehkannya. Bid’ah hasanah adalah sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi maupun para sahabatnya namun perbuatan itu memiliki nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sedangkan bid’ah dhalalah adalah perbuatan baru dalam agama yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Kebolehan memperingati maulid Nabi memiliki argumentasi syar’i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.

“Dari Abi Qotadah Al-Anshori r.a Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari Senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim)
Sugeng ambal warsa kanjeng nabi, barakah dan syafaatmu senantiasa menjadi harapan kami.

Penulis : Lilik Faizah
Editor : Ahmad Faris Ihsan Syafri

14 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Kreatifitas Mahasiswa Dalam Ber-Enterpreauner

27
MINHA.News-Menggali potensi dan menambah wawasan merupakan suatu kebutuhan bagi mahasiswa, melaui kegiatan Sharing ”Entrepreneur”, Deni Andrianto dengan dibantu beberapa rekannya yang tergabung dalam Forum...

Rayakan Hari Santri, UNHASY adakan Bazar Buku Sekaligus Talk Show dan Bedah Buku

2
MINHA.News-Dalam rangka memperingati Hari Santri, Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasyim Asy’ari tahun ini bekerja sama dengan Gramedia Jakarta. Dari hasil kerja tersebut keluarlah...
Nobar Film “Di Bawah Bendera Demokrasi”. Dok. Ayshda, Minha, Jombang (16/12)

Peringati Haul Gus Dur ke 14 : Gerakan GUSDURian Adakan Nobar dan Diskusi

7
ModeratPers – Dalam rangka memperingati haul Gus Dur ke-14, Gerakan GUSDURian Jombang  gelar diskusi dan nonton bareng (nobar) Film “Di Bawah Bendera Demokrasi”. Acara...

Bakti Budaya dan Donasi Buku di Dusun Rapah Ombo

13
MINHA.News- Keluarga Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng- Jombang menyelenggarakan “Bakti Budaya dan Donasi Buku” pada 31 Maret –...

Kunjungan UiTM Malaysia Ke UNHASY, Bahas Kerja Sama Hingga Pertunjukan Pertukaran Budaya

4
ModeratPers - Universiti Teknologi Mara (UiTM) Rembau Cawangan Negeri Sembilan Malaysia, melakukan kunjungan ke Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng, Jombang. Dalam kunjungannya, kedua kampus...