spot_imgspot_imgspot_img
Minggu, Juni 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaUNEK-UNEKArtikelPengaruh Media Sosial Terhadap Berkurangnya Minat Baca

Pengaruh Media Sosial Terhadap Berkurangnya Minat Baca

Membaca adalah jendela dunia, karena dengan membaca maka manusia dapat mengetahui banyak hal yang tidak diketahuinya. Oleh karena itu, membaca adalah hal yang sangat penting dan sangat berpengaruh akan masa depan dunia, Khususnya dikalangan pelajar. Pengertian membaca menurut F. M. Hodgson dalam buku yang berjudul Learning Modern Languages (1960) yang dikutip dari Kompas.com, Membaca adalah suatu proses untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media berupa kata-kata atau bahasa tulis.

Dilansir dari perpustakaan.kemendagri.go.id, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Literasi sendiri adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan. kondisi perkembangan minat baca dan kemampuan membaca masyarakat Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Terutama di kalangan masyarakat dan khususnya kalangan pelajar. Banyak dikalangan Pelajar Indonesia yang masih belum ada kesadaran dalam pentingnya membaca. Terlebih pelajar indonesia merupakan generasi penerus yang diharapkan bisa menjunjung tinggi martabat negeri. Yang mana harus mampu untuk berpikir kritis dan berwawasan luas agar bisa bersaing dengan daerah bahkan negara lain.

 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat baca dikalangan pelajar Indonesia masih sangat rendah yang harus kita ketahui. Seperti halnya, belum ada kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini. Lalu, fasilitas pendidikan yang belum merata dan minimnya kualitas sarana pendidikan. Tak bisa dipungkiri, bahwa di sekitar kita masih banyak anak yang putus sekolah dan sarana pendidikan yang tidak mendukung kegiatan belajar mengajar.

Hal ini secara tidak langsung menghambat perkembangan kualitas literasi di Indonesia. Dan terakhir, masih kurangnya produksi buku di Indonesia sebagai dampak masih banyak belum berkembangnya penerbit di daerah, karena insentif bagi produsen buku dirasa belum adil, dan wajib pajak bagi penulis yang mendapatkan royalti rendah.

Terlebih lagi, seperti yang ada di sekeliling kita yakni dengan kemunculan Media Sosial dan fitur game online. Membuat para remaja lebih tertarik akan hal itu daripada membaca.

Dikutip dari gramedia.com, Media sosial dapat dipahami sebagai suatu platform digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di media sosial, misalnya yaitu melakukan komunikasi atau interaksi hingga memberikan informasi atau konten berupa tulisan, foto dan video. Berbagai informasi dalam konten yang dibagikan tersebut dapat terbuka untuk semua pengguna selama 24 jam penuh. Media sosial sendiri pada dasarnya adalah bagian dari pengembangan internet. Kehadiran beberapa dekade lalu telah membuat media sosial dapat berkembang dan bertumbuh secara luas dan cepat seperti sekarang. Hal inilah yang menjadikan semua pengguna yang tersambung dengan koneksi internet dapat melakukan proses penyebaran informasi atau konten kapan pun dan di mana pun. Dave Kerpen dalam bukunya yang bertajuk Likeable Social Media yang terbit pada tahun 2011 mengemukakan bahwa media sosial memiliki definisi sebagai suatu tempat kumpulan gambar, video, tulisan hingga hubungan interaksi dalam jaringan, baik itu antar individu maupun antar kelompok seperti organisasi.

Dikutip dari Kompas.com, Berdasarkan situs online.maryville.edu, media sosial dimulai pada 24 Mei 1844 berupa serangkaian titik dan garis elektronik yang diketik pada mesin telegraf. Itulah saat Samuel Morse mengirimkan pesan telegraf pertamanya kepada publik. Akar komunikasi digital menunjuk asal usul internet modern dan pengertian media sosial saat ini dari kemunculan Advanced Research Projects Agency Network (Arpanet) pada 1969. Jaringan digital ini dibuat oleh Departemen Pertahanan AS, memungkinkan para ilmuwan di empat universitas saling terhubung untuk berbagi perangkat lunak, perangkat keras, dan data lainnya. Pada 1987, National Science Foundation meluncurkan jaringan digital nasional yang lebih kuat bernama NSFNET. Satu dekade kemudian, pada tahun 1997, platform media sosial pertama diluncurkan. Bedasarkan The History of Social Networking di situs Digital Trends, pertumbuhan internet pada 1980-1990 memungkinkan diperkenalkannya layanan komunikasi online seperti CompuServe, America Online, dan Prodigy. Layanan ini memperkenalkan pengguna pada komunikasi melalui email, pesan papan buletin, dan obrolan online realtime. Dari situlah muncul jaringan media sosial paling awal, dimulai dengan Six Degrees di tahun 1997. Six Degrees adalah media sosial pertama yang memungkinkan pengguna terhubung dengan kontak dunia nyata dengan membuat profil di dalam database. Mengganti media sosial Six Degrees yang berumur pendek, muncul Friendster pada 2001. Friendster menarik jutaan pengguna dan memungkinkan pendaftaran alamat email dan jaringan online dasar. Weblog atau blog, bentuk awal lain dari komunikasi sosial digital, mulai mendapatkan popularitas dengan peluncuran 1999 situs penerbitan LiveJournal. Ini bertepatan dengan peluncuran platform penerbitan Blogger oleh perusahaan teknologi Pyra Labs, yang dibeli oleh Google pada tahun 2003. Pada tahun 2002, LinkedIn didirikan sebagai media sosial adalah untuk para profesional yang berlandaskan karir. Pada tahun 2020, LinkedIn telah berkembang menjadi lebih dari 675 juta pengguna di seluruh dunia. LinkedIn kini tetap menjadi situs media sosial pilihan bagi pencari kerja serta pihak sumber daya manusia perusahaan yang mencari kandidat yang memenuhi syarat. Kemudian Myspace diluncurkan tahun 2003. Pada tahun 2006, Myspace adalah situs web yang paling banyak dikunjungi di planet ini, didorong oleh fasilitas dimana pengguna bisa berbagi musik secara langsung di halaman profil mereka. Namun pada 2008, Myspace dikalahkan Facebook. Akhirnya Myspace dibeli oleh penyanyi Justin Timberlake seharga 35 juta dollar AS. Raksaksa internet Google juga mencoba peruntungannya di media sosial adalah dengan meluncurkan Google+ pada 2012. Namun media sosial tersebut berumur pendek setelah dilaporkan pelanggaran keamanan data hampir 500.000 penggunanya. Pada tahun 2021, pengertian media sosial diisi oleh berbagai platform yang menarik perhatian lebih dari 5 miliar pengguna perangkat seluler di seluruh dunia. Berikut media sosial yang paling populer di tahun 2021:

1. Facebook Media sosial Facebook diluncurkan tahun 2004 oleh mahasiswa Universitas Harvard, Mark Zuckerberg. Saat ini pengertian media sosial ini memiliki hampir 1,7 miliar pengguna di seluruh dunia.

2. Reddit Diluncurkan tahun 2005 oleh Steve Huffman dan Alexis Ohanian sebagai platform berbagi berita. Sebanyak 300 juta penggunanya telah mengubah Reddit menjadi kombinasi agregasi berita atau situs komentar sosial. Fitur yang populer dari Reddit media sosial adalah pengguna diberikan kemampuan untuk up-vote dan down-vote pada postingan pengguna lain.

3. Twitter Didirikan pada 2006 oleh Jack Dorsey, Evan Williams, Biz Stone, dan lainnya sebagai situs microblogging. Pada tahun 2020, 22 persen orang dewasa AS adalah pengguna media sosial Twitter, menurut Pew Research.

4. Instagram Didirikan pada 2010 oleh lulusan Universitas Stanford, Kevin Systrom, sebagai situs berbagi foto. Instagram kemudian dibeli oleh Facebook pada 2012 dan kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia.

5. Pinterest Didirikan pada 2010 oleh pengembang aplikasi iPhone, Ben Silbermann, sebagai pin board virtual. Pinterest menjadi perusahaan publik pada 2019 dan memiliki lebih dari 335 juta pengguna aktif bulanan.

6. Snapchat Didirikan pada 2011 oleh trio mahasiswa Universitas Stanford yakni Evan Spiegel, Reggie Brown, dan Bobby Murphy. Snapchat media sosial adalah layanan berbagi video yang memperkenalkan konsep Story atau video pendek bersambung, dan filter kamera yang menarik.

7. TikTok Didirikan tahun 2016 oleh perusahaan teknologi China ByteDance, platform berbagi video berdurasi pendek ini digabungkan dengan aplikasi seluler Musical.ly yang berbasis di AS pada tahun 2018. Media sosial TikTok menjadi populer di kalangan remaja dan dewasa muda AS. Pada awal 2020, TikTok memiliki lebih dari 800 juta pengguna di seluruh dunia. Demikian penjelasan sejarah dan pengertian media sosial sejak masih berupa titik dan garis. Kemudian juga evolusi contoh media sosial hingga kini muncul Facebook, Instagram, Snapchat, hingga TikTok.

Mungkin banyak dari kita merasakan dampak yang baik dari media sosial. Tetapi, media sosial juga memberikan dampak yang negatif yakni membuat kecanduan dalam menggunakannya. Kalau sudah begitu, seseorang akan malas untuk membaca bahkan belajar.

Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan, karena akan berdampak negatif pada kemampuan pola pikir kritis kita. Sehingga, kalangan pelajar di Indonesia akan mudah sekali termakan berita palsu atau hoax. Seperti yang kita ketahui, bahwa berita palsu bisa memicu keributan, keresahan, perselisihan, bahkan ujaran kebencian. Tak hanya itu, seseorang yang malas membaca akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang minim.

Sebagai generasi harapan bangsa, hal ini tentu tidak boleh terjadi, karena akan berakibat sulit mendapatkan pekerjaan dan tidak mampu bersaing dengan daerah bahkan negara lain. Selain itu juga, generasi muda yang kurang terhadap minat baca akan sulit mengembangkan potensi diri.

Melihat beberapa kondisi ini, rendahnya minat baca sangat berdampak pada kemampuan berpikir kritis kita. Sehingga kita mudah termakan berita palsu atau hoaks, minimnya pengetahuan dan juga wawasan, serta sulit mengembangkan potensi diri yang mana sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, dan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri lagi rendahnya minat membaca di Indonesia menjadi permasalahan yang harus diperhatikan. Untuk mengatasi permasalahan itu, kita bisa melakukan hal sederhana dengan menanamkan kesadaran dalam diri kita, bahwa membaca itu sangat penting. Selain itu, kita juga harus menerapkan budaya membaca mulai dari sekarang.

Oleh : Cep Ridwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Link : Dokumentasi Diskusi & Bedah Buku Menjerat Gusdur

17
Halo pembaca!!!Terima kasih sudah mengikuti Kegiatan Diskusi & Bedah Buku Menjerat Gusdur yang diselengarakan oleh BEM UNHASY bekerja sama dengan UKM FUM. Kehadiran kalian...

Nilai Sebuah Gambar: Seribu Kata dalam Menyampaikan Pesan

1
Komunikasi visual mengacu pada proses menggunakan elemen visual seperti gambar, grafik, simbol, warna, dan tata letak untuk menyampaikan pesan dan berkomunikasi dengan audiens. Ini...

Peringati 1 Muharram, Forsil Adakan Happy Camp bersama 100 Anak Yatim dan Dhuafa

1
  MINHA.Pers- Dalam rangka memperingati pergantian tahun kalender Hijriyah di bulan Muharram, FORSIL (Forum Lembaga Amil Zakat) se-Kabupaten Jombang bersama Bem Unhasy mengadakan acara Happy...

Memeriksai Alam Kebenaran Di Era 4.0

0
belajar nasionalisme itu seperti apa? Negri ini akan dibawa kemana?

Jum’at Puisi (JumPus) #Bebas-6

0
"Your time is limited, so don't waste it living someone else's life." -Steve Jobs Kala Malam Tiba Karya: Zanatul Faizah Dalam remang-remang cahaya Siluet ibu berdiri merana Bak sebatang...