spot_imgspot_imgspot_img
Rabu, Maret 12, 2025
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaSASTRACerpenIndonesiaku Kampung Lautan Susu (Part II)

Indonesiaku Kampung Lautan Susu (Part II)

Baca juga

Indonesiaku Kampung Lautan Susu (Part I)

… Akhir-akhir bulan ini hujan sering turun. Bahkan, aku jarang pergi ke sekolah. Penduduk yang tinggal di bukit memang tidak banyak. Bahkan mereka yang memiliki anak yang seharusnya menempuh pendidikan sekolah sepertiku, memilih untuk tidak menyekolahkan. Alasannya, jarak tempuh yang jauh dan sekolah tidak membuat kaya. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di lembah. Penduduknya sangat ramai dan pembangunannya mulai maju. Bahkan ada beberapa sekolah yang sudah didirikan. Pemikiran mereka pun turut maju. Tak heran anak-anak mereka bersekolah semua. Jika diperhatikan, hanya aku murid yang berasal dari bukit di sekolahku. Dan karenanya, aku lebih akrab dengan teman-teman sekolahku dibandingkan dengan teman-teman tetanggaku. Setiap hari minggu,  aku rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk bermain bersama teman-temanku di lapangan dekat sekolah.

Hari ini aku tidak pergi padahal bukan hari Minggu. Hujan tidak berhenti selama tiga hari tiga malam. Aku mulai was-was. Untung saja anginnya tidak terlalu kencang seperti tahun lalu saat rumah temanku yang berada di bawah bukit sana tertimpa pohon besar. Namun setelah berpikir sesaat, aku cukup lega mengingat pohon-pohon besar di kampung kami sudah tidak ada lagi sehingga kami semua merasa aman ketika hujan bahkan saat angin kencang. Hal tersebut kudengar dari beberapa penduduk yang membicarakannya. Kata mereka, ada beberapa orang yang datang dengan sukarela untuk membantu menebang pohon. Orang-orang tersebut sekaligus memberikan penjelasan mengenai bahayanya pohon besar di musim penghujan. Kalau hal itu memang benar, tentu aku bersyukur sekali.

_____

Dua minggu sudah berlalu. Namun malam ini seperti acara puncaknya dimana angin berhembus sangat kencang sejak sore tadi. Aku merapatkan selimutku yang hanya sebatas pinggangku. Hawa dingin disertai suara guntur membuat hatiku cemas. Apa yang akan terjadi esok pagi dan akan ada berapa banyak rumah yang tertimpa pohon, dan hal lainnya membuatku gelisah. Namun perasaan cemasku perlahan berkurang kala aku mengingat sudah tidak ada lagi pohon besar di kampung kami. Perlahan mataku menutup beriringan dengan suara rintik hujan yang mengalun merdu menghantarkan tidurku  bagaikan dongeng sebelum tidur.

Pagi ini mentari tak menyambutku dan berganti dengan mendung putih yang tampak setia menyelimuti kampung kami. Meskipun begitu, hujan sudah reda sejak satu jam yang lalu. Hari ini adalah hari minggu. Meski sekolah libur namun sekelompok anak seusiaku di bawah bukit sana selalu rutin bermain sepakbola di lapangan tak jauh dari sekolahku. Dan tentu saja aku ikut bergabung.

Baru saja aku tiba di persimpangan jalan yang biasa kulewati, aku di suguhi sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan. Aku pun melihat ke arah tanah lapang. Semua penduduk kampung berbondong-bondong melihatnya. Bahkan yang mengherankan, banyak penduduk lembah yang datang termasuk kepala kampung. Mereka menampakkan raut muka yang tidak seperti biasanya.  Rupanya, hujan tadi malam menjadi puncak dari kesedihan kami. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya yakni banjir bandang menelan pemukiman di lembah.

Sekolah tercintaku beserta rumah-rumah lainnya di bawah bukit sana-yang biasanya terlihat dari tempatku berdiri-telah raib. Kicauan burung-burung di sekitar pohon-pohon besar yang biasa menyambut pagiku juga telah lenyap. Jalanan setapak yang tampak indah dan unik seperti ular raksasa juga entah kemana.

Sepertinya mereka bersembunyi dibalik lautan susu itu.

Jombang, 20 April 2019

Oleh Fira Kumala Devi

ayu astuti
Ayu Astuti
Mahasiswa Unhasy dan aktif di UKMP Moderat

6 KOMENTAR

  1. Unlock exclusive offers when you obtain your medication directly through where to buy tadalis sx , ensuring cost-effectiveness and ease.

    Learn about the recommended buy propranolol online canada for optimal treatment of scabies.

    Need to manage premature ejaculation? Explore how https://atplearningpromo.com/dapoxetine/ can assist in extending intimacy duration.

    Just learned you can order your digestive spasms treatment via the internet? bentyl on internet offers a selection of solutions for your treatment needs.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

#KaryaSastra PJTD’24

#PojokSastra

Senpus #pojokSastra

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Ma’had Al-Jami’ah Unhasy Gelar Acara Yasin,Tahlil Virtual Untuk Doakan Sang Kiai

3
  Möderatpers.com- Sabtu, (10/07), Tebuireng sedang berduka atas meninggalnya sosok ulama’ yang sangat luar biasa yakni Dr. KH. Miftahurrahim Syarkun, M.A selaku pengasuh Ma’had Al-jami’ah...

UKMP MÖDERAT Gelar Acara Halal Bihalal Virtual Lintas Angkatan

19
Möderatpers.com- Selasa, (25/5), UKMP Moderat Universitas Hasyim Asy’ari menggelar acara “Halal Bihalal Virtual dan Revitalisasi UKMP Moderat After Lebaran.” Acara yang dilaksanakan via goggle...

HMP PBSI Gelar Festival Bulan Bahasa 2024

24
Himpunan Mahasiswa Prodi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra (HMP PBSI) memggelar acara “Festivel Bulan Bahasa” di Gedung A Aula lantai 3 Unhasy, pada...

Memperingati Hari Sarjana Nasional

37
Moderatpers.com - 29 September 2021. Sarjana merupakan gelar yang disandangkan kepada para pemuda sebagai bentuk penghargaan sekaligus bukti sudah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi....
Foto : Seminar Nasional Dies Natalis IV FAI

Dalam Rangka Dies Natalis ke IV, BEM FAI Gelar Seminar Nasional

0
Moderatpers.com - Dalam rangka dies natalis Fakultas Agama Islam yang ke-4. Kamis, 1 Juni 2022. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) UNHASY...