spot_imgspot_imgspot_img
Rabu, Juni 12, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaUNEK-UNEKEtika Dakwah: Mengapa Dakwah dengan Bahasa Kotor Mudah Diterima oleh Beberapa Masyarakat?

Etika Dakwah: Mengapa Dakwah dengan Bahasa Kotor Mudah Diterima oleh Beberapa Masyarakat?

ModeratPers – Dalam konteks etika dakwah, penggunaan bahasa yang baik, sopan, dan menghargai adalah prinsip utama yang dijunjung tinggi. Namun, terkadang kita melihat bahwa dakwah dengan bahasa kotor atau kasar terlihat lebih mudah diterima oleh beberapa masyarakat. Tulisan ini akan menjelaskan beberapa faktor yang mungkin menjelaskan mengapa dakwah dengan bahasa kotor terlihat lebih mudah diterima oleh beberapa masyarakat, meskipun bertentangan dengan prinsip-prinsip etika dakwah.

  1. Faktor Keaslian dan Autentisitas:

Dalam beberapa kasus, penggunaan bahasa kotor dalam dakwah dianggap sebagai bentuk keaslian dan autentisitas dalam menyampaikan pesan agama. Beberapa masyarakat mungkin melihat penggunaan bahasa kasar sebagai ekspresi keberanian, ketulusan, dan kejujuran dalam menyampaikan pesan agama. Mereka mungkin menganggap pendakwah yang menggunakan bahasa kotor sebagai sosok yang berani dan tidak takut untuk berbicara terus terang.

  1. Konteks Budaya dan Norma Lokal:

Setiap masyarakat memiliki konteks budaya dan norma lokal yang berbeda. Beberapa masyarakat mungkin lebih terbiasa dengan bahasa yang kasar atau vulgar dalam komunikasi sehari-hari. Dalam konteks ini, dakwah dengan bahasa kotor dapat dianggap lebih dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat tersebut. Penggunaan bahasa yang kasar mungkin dianggap lebih akrab dan mudah dipahami oleh mereka, sehingga pesan agama dapat lebih mudah diterima.

  1. Masyarakat yang Terpinggirkan atau Marginal:

Dalam beberapa kasus, masyarakat yang terpinggirkan atau marginal mungkin merespons lebih baik terhadap dakwah dengan bahasa kotor. Mereka mungkin mengidentifikasi diri dengan bahasa yang kasar dan menganggap pendakwah yang menggunakan bahasa tersebut sebagai sosok yang lebih dapat memahami kondisi mereka. Penggunaan bahasa kotor dapat memberikan perasaan inklusi dan pemahaman, sehingga pesan agama dapat lebih mudah diterima oleh mereka.

  1. Faktor Emosional dan Kontroversial:

Penggunaan bahasa kotor dalam dakwah juga dapat memicu respons emosional dan kontroversial. Beberapa masyarakat tertentu mungkin lebih tertarik dan terdorong untuk mendengarkan pesan agama yang dikemas dalam bahasa yang menantang, provokatif, atau kontroversial. Hal ini dapat memicu perdebatan dan membuat pesan agama menjadi sorotan publik yang lebih besar.

Kesimpulan:

Meskipun penggunaan bahasa kotor dalam dakwah terlihat lebih mudah diterima oleh beberapa masyarakat, penting untuk diingat bahwa prinsip-prinsip etika dakwah tetap menjadi landasan yang penting. Penggunaan bahasa yang baik, sopan, dan menghargai tetap merupakan pendekatan yang lebih konsisten dengan nilai-nilai moral dan

Prinsip-prinsip etika dakwah. Setiap pendakwah perlu mempertimbangkan konteks budaya, norma lokal, serta tujuan dan dampak jangka panjang dari penggunaan bahasa dalam menyampaikan pesan agama.

 

Oleh : Ummy Fadillah (kontributor)

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

POSMARU UNHASY 2021 Resmi Ditunda, Berikut Alasannya!

5
Möderatpers.com - Panitia Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POSMARU) Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang resmi mengumumkan bahwa POSMARU 2021 ditunda. Acara yang seharusnya dilaksanakan...
Alm Kiai Mif

Sepekan Wafatnya Alm. Kiai Mif, Bem FAI UNHASY Gelar Do`a Bersama Virtual

0
Möderatpers.com- BEM FAI UNHASY (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Hasyim Asy’ari) bekerja sama dengan seluruh Hmp FAI (Himpunan Mahasiswa Prodi Fakultas Agama...

Launching Komunitas Medan Djoeang, Gelar Pelatihan Jurnalistik

0
Moderatpers.com - Badan Esekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy’ari. Sukses meluncurkan komunitas Medan Djoeang di Loby kampus C, pada Kamis (30/01/20).            ...

Musnahkan Nervous Melalui Kreatif Bicara Maupun Bentuk Karya

4
Moderatpers.com - Universitas Hasyim Asy'ari bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari adakan kelas kreatifitas pada hari Kamis, (10/10/19). Kelas kreatifitas yang bertema "Dalam Menciptakan...

Webinar Pasar Modal “Peluang Investasi Bagi Generasi Millenial Dimasa Pandemi”

7
Moderatpers.com – Kamis (3/12/2020), BEM Universitas Hasyim Asy’ari bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi (KSPM GI...