spot_imgspot_imgspot_img
Rabu, Juni 12, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITAKeprihatinan Kaum Minoritas Yang Tertindas

Keprihatinan Kaum Minoritas Yang Tertindas

 

Moderatpers.com – Sebagian dari masyarakat Indonesia yang telah terdata kependudukannya masih banyak yang menganut kepercayaan dan agama leluhur. Meskipun mereka sah di akui sebagai warga negara Indonesia namun, mereka belum sepenuhnya mendapatkan perlakuan sesuai sila Pancasila ke-lima “keadilan sosial bagi seluruh rajyat Indonesia”. Ke-terdataan mereka sebagai penduduk sah warga negara tak lantas diperlakukan sama tanpa tindakan diskriminatif.

Diceritakan oleh salah seorang enganut Aliran Kebathinan Perjalanan di Sumbawa, bahwa dirinya di olok- olok tidak beragama, percaya pada agama yang sesat. Tidak hanya masalah Pendidikan, administrasi tentang kependudukan juga menjadi persoalan, salah seorang Merapu misalnya, ia menulis agama Katholik pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya, padahal agama leluhur yang ada di Nusa Tenggara Timur bukanlah agama Katholik, hal tersebut dilakukan supaya dirinya bisa meng-akses dengan mudah layanan dari pemerintah.

Dua permasalahan diatas adalah beberapa kisah yang menjadi inti dari cerita film dokumenter berjudul Atas Nama Percaya yang diproduksi oleh Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) UGM. Dari film dokumenter tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Unhasy Menulis mencoba mendiskusikan film tersebut dengan melakukan kegiatan nonton bareng bersama teman- teman Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Tjokir kopi Kamis (06/02) malam.

Dalam diskusi tersebut setidaknya ada tiga argumen yang dikemukakan oleh Pimpinan Umum dari beberapa LPM yang hadir. Pendapat yang pertama di ungkapkan oleh Mas Teguh bahwa film ini menceritakan sebuah negara yang mengakui demokrasi akantetapi, untuk mengakui sebuah kepercayaan, sebuah aliran sangatlah sulit. Yang kedua disampaikan oleh Mas Faiz yang berargumen bahwa mahasiswa sebagai Agent Of Control seharusnya mampu bertindak secara Pluralisme Indonesia yaitu, Memanusiakan Manusia.

Yang ketiga di ungkapkan oleh mbak Sinta yang beranggapan bahwa film ini menceritakan tentang perbedaan sebuah kebebasan yang tertindas, dalam artian mereka memiliki Agama yang berbeda yang di akui oleh Pemerintah tapi tidak mendapatkan perlindungan, ia juga menuturkan selama ini negara hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat mayoritas bukan minoritas padahal perbedaan bukan halangan untuk mendapatkan sebuah nama. Seperti yang di ungkapkan oleh mbak Sinta, penulis juga sangat setuju oleh pandangan dari Gus Anto (Gusdurian KalTim) yang menuturkan bahwa kita tidak perlu berharap lagi sama Intuisi negara soal konflik negara, jadi kita sebagai masyarakat yang harus mengambil peran dan terbiasa dengan hidup plural dan memanusiakan manusia.

Dari tiga pemikiran di atas dapat dipahami bahwa mahasiswa yang merepresentasikan bentuk dari agent of control harus lebih bersikap kritis dan juga sebagai pengawas atas kebijakan yang digulirkan pemerintah untuk rakyatnya, sebisa mungkin kita mampu menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai asas Pancasila yang ke lima.

Sebagai Mahasiswa yang mewakili bentuk agent of control alangkah baiknya jika Mahasiswa bersikap kritis terhadap keputusan yang di ambil oleh pemerintah. [ndili]

editor: Aan Fauzi

Avatar photo
Nur Fadlilah
Mahasiswa PBA Unhasy dan Aktif di UKMP Moderat Unhasy

6 KOMENTAR

  1. I like what you guys are up too. Such smart work and reporting! Keep up the excellent works guys I have incorporated you guys to my blogroll. I think it’ll improve the value of my web site 🙂

  2. You really make it seem so easy with your presentation but I find this topic to be actually something which I think I would never understand. It seems too complicated and extremely broad for me. I’m looking forward for your next post, I will try to get the hang of it!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

IPK Nyaris 4,0! Yudisium Terbaik Fakultas Ekonomi

0
Moderatpers.com  - (21/11/2020) Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy’ari menggelar yudisium virtual via zoom meeting. Yudisium, adalah kata yang tidak asing bagi seorang mahasiswa, dimana...

Senin Puisi (SenPus) #Flora dan Fauna

0
"Spesies alami adalah perpustakaan tempat insinyur genetika dapat bekerja. Insinyur genetika tidak membuat gen baru, mereka mengatur ulang gen yang sudah ada." -kata bijak...

Launching & Bedah Buku Gus Sholah “Sang Arsitek Pemersatu Umat” Dalam Rangka Haul Pertama...

0
LPM FUM – Tebuireng, Jombang, Selasa, (02/02), tepat satu tahun wafatnya Dr. (HC) Ir. KH. Salahaddin Wahid (Gus Sholah), Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy)...

FESTIVAL WISUDA UNHASY, RESMIKAN LABORATORIUM ROBOTIKA

0
MINHA.News- Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) melangsungkan Rapat Terbuka Senat dalam rangka wisuda diploma (D3) ke-1, Sarjana (S1) ke-28 dan Magister (S2) ke-15 pada sabtu...

18 Tim Futsal Berlaga Perebutkan Piala Rektor UNHASY Cup 2023

3
ModeratPers - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) gelar turnamen futsal tingkat SLTA se-Jawa Timur bertajuk “Piala Rektor UNHASY Cup 2023”. Turnamen...