spot_imgspot_imgspot_img
Kamis, Juni 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaSASTRACerpenBebek dan Seekor Kebahagiaan

Bebek dan Seekor Kebahagiaan

 

Karya: Atiqhaq

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh hamparan sawah yang hijau, hiduplah seorang petani bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pria yang cerdas, dan dia selalu mencari humor dalam setiap aspek kehidupannya.

Suatu hari, Ahmad berjalan menuju kolam di belakang rumahnya untuk memberi makan bebek-bebeknya. Tiba-tiba dia melihat seekor bebek yang berjalan dengan pincang, tersandung di setiap langkahnya. Bebek itu terlihat seperti sedang berusaha mengejar sesuatu dengan penuh semangat. Ahmad penasaran dan menghampiri bebek itu.

“Hei, bebek. Ada apa denganmu? Kenapa kamu tersandung seperti itu?” tanya Ahmad dengan senyum di wajahnya. Bebek itu menatap Ahmad dengan pandangan yang penuh tekad dan menjawab, “Pak Ahmad, saya sedang mengejar kebahagiaan! Saya dengar bahwa kebahagiaan ada di ujung pelangi. dan saya bertekad untuk mencapainya!”

Ahmad terkekeh mendengar jawaban dari bebek tersebut. “Oh, begitu? Kamu benar-benar bebek yang berjiwa petualang!” ucap Ahmad sambil memijat dagunya. “Tapi tahukah kamu, bebek, bahwa kebahagiaan sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri?”

Bebek itu mengangkat sebelah alisnya, sedikit bingung. “Maksudmu, Pak Ahmad?”
Ahmad menjelaskan, “Lihatlah, bebek. Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan ada di tempat atau hal-hal tertentu. Mereka selalu mencari dan mengejar sesuatu yang dianggap akan membuat mereka bahagia. Tapi, sesungguhnya kebahagiaan terletak pada cara kita melihat dan menghargai kehidupan sehari-hari.”

Bebek itu berpikir sejenak, lalu bertanya, “Jadi, apakah kamu bilang bahwa kebahagiaan itu ada di setiap langkah dan momen yang kita jalani?”
Ahmad tersenyum puas. “Betul sekali, bebek! Kebahagiaan ada dalam kebersyukuran kita atas apa yang kita miliki, dalam kecilnya kebahagiaan sehari-hari seperti melihat bunga mekar, mendengarkan suara burung bernyanyi, atau berbagi tawa dengan orang-orang terkasih.”

Bebek itu merenung sejenak, kemudian tersenyum cerah. “Terima kasih, Pak Ahmad. Sekarang saya mengerti. Saya akan berhenti mengejar pelangi dan mulai menikmati momen di sekitar saya.”

Ahmad tersenyum bangga melihat bebek itu memahami pesan yang dia sampaikan. Dia merasa senang telah memberikan makna yang lebih dalam pada petualangan bebek itu.
Sejak hari itu, bebek itu tidak lagi tersandung dalam kegembiraan mencapai pelangi. Sebaliknya, dia menikmati setiap langkahnya. bermain dengan teman-teman bebeknya dan bersyukur atas kehidupan yang dimilikinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Senpus #pojokSastra

Senpus #PojokSastra

Senpus#pojokSastra

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Senin Puisi (SenPus) #Flora dan Fauna

0
"Spesies alami adalah perpustakaan tempat insinyur genetika dapat bekerja. Insinyur genetika tidak membuat gen baru, mereka mengatur ulang gen yang sudah ada." -kata bijak...
Dan Burung Burung Pun Pulang Ke Sarangnya

Preview Novel “Dan Burung Burung Pun Pulang Ke Sarangnya “

0
Penulis : Mashdar Zainal Tanggal terbit : 9 juli 2014 Penerbit : PT.Elex Media Koputindo Judul buku : Dan Burung Burung Pun Pulang Ke Sarangnya Esensi novel : Layak...

Kopi Sebagai Salah Satu Media Komunikasi yang Fleksibel

0
Dalam beberapa tahun ini terjadi fenomena budaya yang sangat unik, dimana masyarakat indonesia pada umunya sedang kerajingan yang nama nya minum kopi, baik kopi...
Pelepasan KKNT 2022 oleh rektor UNHASY

Pelepasan KKNT 2022, Prof. Haris : Jaga Nama Baik Tebuireng

0
Moderatpers.com - Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) gelar kegiatan pelepasan mahasiswa kuliah kerja nyata tematik (KKNT) tahun akademik 2022/2023 pada Minggu (31/07) di lapangan kampus...
Sumber gambar: kibrispdr.org

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

10
ModeratPers - Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu - tunggu oleh setiap umat muslim. Bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan ini memiliki banyak...