spot_imgspot_imgspot_img
Minggu, Juni 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaULASANFilmPreview Film "Taare Zameen Par"

Preview Film “Taare Zameen Par”

  • Judul Film : Taare Zameen Par
  • Tanggal Rilis : 21 Desember 2007
  • Negara : India
  • Sutradara : Aamir Khan
  • Penulis : Amole Gupte
  • Produksi : Aamir Khan Productions
  • Jenis Film : Drama Edukasi

Kisah seorang pengkhayal, Ishan, yang serba salah di dalam kelas, dijauhi teman-temannya dan ia juga memiliki penyakit dyslexia. Hingga datang guru seni baru yang mencoba membantu anak-anak yang memiliki penyakit dyslexia untuk mencari jati diri mereka, termasuk Ishan.
Film ini bercerita tentang jatuh bangun hidup seorang Ishaan, anak berusia 8 tahun yang memiliki kesulitan belajar. Diusianya saat itu, Ishaan belum bisa menghafal angka maupun huruf dengan benar. Kemampuan akademisnya di sekolah sangat tertinggal dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Sosok Ishaan memiliki karakter sebagai anak yang sulit mengikuti pembelajaran di kelas, namun selalu ceria, ekspresif dan suka berimajinasi. Yohaan, kakak Ishaan, memiliki karakter pintar, penurut, dan kalem. Ayahnya memiliki sifat sangat tegas dan kaku. Berbeda dengan sang Ayah, sosok sang Ibu berkarakter lemah lembut dan pengertian. Pak Nikumbh, guru Ishaan, digambarkan sebagai sosok yang peka, sabar dan berjiwa sosial.
Masalah mulai muncul ketika keluarga Ishaan yang tidak menyadari bahwa Ishaan adalah anak dengan kebutuhan khusus. Kelurganya, terutama sang Ayah, selalu menuntut Ishaan untuk terus belajar dan meraih nilai tinggi. Ayahnya juga kerap membandingkan Ishaan dengan kakaknya yang sangat pintar secara akademis. Berdasarkan berberapa pertimbangan, Ayahnya memasukkan Ishaan ke sekolah asrama biasa. Sang Ayah enggan memasukkan Ishaan ke Sekolah Luar Biasa karena ia menolak untuk percaya bahwa anaknya memiliki keterbatasan. Hal tersebut berdampak negatif pada kondisi psikologis Ishaan.
Ishaan menolak ketika ayahnya mempunyai niat mengirim dia ke asrama. Ia mencoba meminta tolong ibunya untuk membantu merayu ayahnya supaya ia tidak dikirim ke asrama. Tetapi usaha ibunya tidak membuahkan hasil. Ia tetap dikirim ayahnya ke asrama. Selama berada di asrama, ia merasa sangat tertekan. Pendidikan di asrama sama halnya dengan dengan yang ia jalani disekolahnya dulu. Di asrama, ia juga tidak memiliki teman. Sampai pada suatu ketika ada guru seni baru yang bernama pak Nikumbh, yang mencoba mencari jati diri Ishaan di tengah-tengah kelemahan yang ia miliki.
Pak Nikumbh, selalu memberi dukungan dengan mengatakan bahwa Ishaan pasti akan menjadi orang hebat dan sukses. Dengan seizin kepala sekolah, Pak Nikumbh mendampingi Ishaan belajar membaca dan menulis dengan sabar dan intensif. Tak berhenti berusaha untuk membantu, Pak Nikumbh juga memiliki ide untuk mengadakan lomba melukis di sekolah. Melalui perlombaan itu, Pak Nikumbh ingin menunjukkan bahwa Ishaan memiliki bakat yang tersembunyi. Perlombaan diikuti oleh seluruh warga sekolah. Bahkan para guru juga ikut memeriahkan lomba yang diadakan Pak Nikumbh.
Sesuai lomba, seluruh hadirin dibuat tercengang melihat hasil karya Ishaan yang luar biasa indah. Tak ada satupun yang menyangka bahwa Ishaan memiliki talenta melukis. Ishaan mendapat juara dalam perlombaan melukis. Dan hasil karyanya dijadikan sampul buku tahunan.
Perpaduan antara alur, tokoh, suasana latar, dinamika konflik yang tersaji dalam film ini membuat para penontonnya hanyut terbawa suasana. Selain itu, film ini juga menyuarakan beragam pesan moral bagi pemirsanya. Secara tidak langsung, film ini ingin mengedukasi masyarakat agar memiliki sikap peduli, peka dan berwawasan luas terhadap segala keterbatasan dan kelebihan seseorang. Selain itu, film ini juga menghimbau para orang tua agar senantiasa menjalin komunikasi yang baik dan mendukung anak bagaimanapun kondisinya. Ada juga amanat untuk para pendidik, yakni hendaknya selalu mendidik siswanya dengan tulus dan sabar sesuai dengan keistimewaannya.

Fania Wafiq Azizah PGMI ‘19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Foto : Pengarahan MBKM Kepada Dosen UNHASY

Terkait MBKM 2023, Prof. Haris: Pilih Proyek Independen, Mahasiswa Bebas Biaya 650 Ribu

0
moderatpers - Menyongsong pelaksanaan MBKM 2023, sejumlah Dosen Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) mengikuti Pembekalan dan Pengarahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan di Auditorium...

APA ITU REKLAME SEBAGAI STRATEGI PASAR

0
Halo sobat, kalian semua mungkin sudah tahu tentang reklame, tapi apakah sobat tahu apa itu reklame? Menurut KBBI, reklame berarti mengeluarkan produk dengan kata-kata...

Kenapa Sih, Kita Suka Menunda-nunda (Pekerjaan) ?

0
Moderatpers - Pernah nggak, kita mendapat tugas baik tugas kuliah atau tugas kerjaan, tapi ada aja cara kita untuk tidak mengerjakan. Kita justru milih...
Dari Sulap Limbah Kain Perca, Kini Berdayakan Puluhan Tetangga

Dari Sulap Limbah Kain Perca, Kini Berdayakan Puluhan Tetangga

113
Moderatpers.com – Berawal dari niatan mengurangi limbah dan untuk mencari rezeki, Jamilah, seorang pengrajin jampel berbahan kain perca asal Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten...
Foto: Anggota UKM Futsal Unhasy

UKM Futsal Unhasy, Aktif Di Tengah Pandemi

5
Moderatpers.com – UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Futsal merupakan salah satu UKM yang tetap aktif di tengah pandemi ini. UKM ini menggandrungi minat dan bakat...