spot_imgspot_imgspot_img
Minggu, Juni 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITAHari Kesaktian Pancasila, Ini Makna dan Sejarahnya

Hari Kesaktian Pancasila, Ini Makna dan Sejarahnya

Moderat.com – Sejak peristiwa G30S PKI di tahun 1965, hari kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 oktober oleh segenap Warga Negara Indonesia. Peringatan hari kesaktian Pancasila merupakan momen kebangkitan bagi rakyat Indonesia untuk meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme.

Hari kesaktian Pancasila dimaknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa, mengembalikan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan menjadi sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia dalam sendi-sendi berbangsa dan bernegara, serta mempererat persatuan dan kesatuan. Seperti yang terdapat dalam sila ke-3. Selain itu, hari kesaktian pancasila juga dimaknai sebagai upaya untuk memperkokoh peran Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa. Sebagai sebuah penghormatan kepada seluruh pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S PKI, sekaligus mengenang para jasa pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan keutuhan bangsa Indonesia.

Hari kesaktian Pancasila berkaitan erat dengan kejadian G30S PKI (Gerakan 30 september Partai Komunis Indonesia). Latar belakang terjadinya peristiwa ini sendiri merupakan kejadian penyerangan dan eksekusi tujuh perwira militer angkatan darat di Jakarta dan Yogyakarta. Ketujuh prawira tersebut antara lain adalah ajudan dari Jenderal A. H. Nasution, yang dieksekusi di Lubang Buaya, Jakarta. Nama-nama ajudan yang lain adalah Ahmad Yani, Soeprapto, M. T. Haryono, Siswondo parman, D. I. Panjaitan, Sutoyo siswodiharjo, dan Pierre tandean. Sedangkan, dua perwira yaitu Katamso dan Soegiyono ditangkap dan dieksekusi di Yogyakarta. Para korban diculik dan dibunuh pada malam pergantian hari antara tanggal 30 september 1965 sampai 1 oktober 1965.

Selain itu, hari kesaktian Pancasila juga tak terlepas dari interaksi masal. Pembantaian besar-besaran tersebut terjadi sepanjang tahun 1965-1966 dan tahun-tahun setelahnya. Diperkirakan lebih dari lima ratus ribu warga Indonesia menjadi korban karena dianggap PKI dan terkait dengan komunis. Namun, tudingan untuk korban tidak diketahui berdasarkan bukti kuat dan tanpa proses pengadilan. Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia serta renungan bagi para pemuda mengenai pengalaman Pancasila dan Hak Asasi Manusia (HAM). Tidak jauh dari perjuangan para pahlawan tersebut, sejarah hari kesaktian Pancasila juga diadakan untuk memeperingati tragedi berdarah era tahun 1965 hingga 1966. Dimana saat itu terjadinya pembantaian yang dianggap sebagai anggota PKI, dan aksi eksekusi tersebut tidak melalui proses hukum yang sesuai dengan Undang-Undang.

Hari kesaktian Pancasila diperingati dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang pada tanggal 30 september. Kemudian pada tanggal 1 oktober, peringatan secara penuh. Pengibaran bendera setengah tiang dimaknai sebagai tanda duka nasional atas tewasnya para perwira militer Angkatan Darat. Sedangkan pengibaran peringatan keesokan harinya pengibaran bendera secara penuh menyimbolkan kemenangan melawan ancaman ideologi berkat “Kesaktian Pancasila”.

Dikutip dari beberapa sumber

Penulis: Halimatus Sholihah

51 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Pro Kontra Terkait Pembelajaran Daring di Universitas Hasyim Asy’ari

3
Moderatpers.com – Senin, (21/12/2020), Pihak Kampus mengeluarkan kalender akademik semester genap 2020/2021. Pihak kampus mengeluarkan surat edaran dari Rektorat Nomor 3541/UNHASY/C2/XII/2020 yang terdiri atas...

Pesantren Tebuireng Adakan Ngaji Matematika Bersama GERNAS TASTAKA NU Circle Di Peringatan HSN 2021

8
Moderatpers.com – Pondok Pesantren Tebuireng Jombang adakan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 dengan berbagai rangkaian acara. Salah satunya adalah Ngaji Matematika,  yang dibuka...

Danau Penghisap Nyawa

11
Karya: Fira Kumala Devi Segerombolan bocah menari-nari dibawah terik Bersenandung tawa sembari berlari-lari Tanpa baju usang serta alas pelindung kaki Si Hitam bertambah legam menyerupai panggang...

UKMP MÖDERAT Gelar Acara Halal Bihalal Virtual Lintas Angkatan

0
Möderatpers.com- Selasa, (25/5), UKMP Moderat Universitas Hasyim Asy’ari menggelar acara “Halal Bihalal Virtual dan Revitalisasi UKMP Moderat After Lebaran.” Acara yang dilaksanakan via goggle...

Menjadi Santri Bukan Soal Pesantren

0
Ada yang mengatakan makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sun dan three yang artinya tiga...