
Moderatpers.com– Di Dusun Tebon, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupatan Jombang, sebuah makam terlihat masih dirawat dengan baik oleh warganya. Hal tersebut dilakukan oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk rasa terima kasih kepada salah satu orang yang sangat berjasa atas kebaikannya semasa hidup dalam membuka lahan guna dijadikan pemukiman. Wilayah makam tersebut berada bagian barat Dusun Tebon. berdekatan dengan sungai yang menghubungkan desa satu dengan desa lainnya. Tak hanya sungai, Makam tersebut juga berdekatan dengan wilayah persawahan milik warga sekitar.
Bu Mar’ah, salah satu warga desa menjelaskan, “Konon sebelumnya Dusun Tebon itu hanyalah sebuah hamparan tebon (pohon jagung) yang cukup luas. Mbah Ronggot dengan ketulusan hatinya menebangi tebon-tebon di area tersebut agar nantinya dapat dijadikan sebagai pemukiman atau tempat tinggal,” tuturnya. Usaha Mbah Tebon membuahkan hasil, ia berhasil menebangi tebon-tebon tersebut dan menjadikan sebuah pemukiman yang sekarang diberi nama Dusun Tebon.
Sebenarnya warga juga tidak tahu pasti siapa nama asli Mbah Ronggot. Pak Sunandar selaku warga asli Dusun Tebon berujar, “Para warga tidak tahu pasti siapa namanya. Mereka menyebutnya Mbah Ronggot atau Mbah Sentono,” ucapnya. Dinamakan sentono yang artinya punden. Dalam bahasa Indonesia, punden adalah tempat keramat yang merupakan makam orang yang dianggap sebagai cikal bakal masyarakat desa.
Dalam waktu ke waktu, warga tetap menjaga area pemakaman tersebut. Walaupun letaknya kurang strategis, para warga berusaha menjadikan wilayah tersebut nyaman saat dilakukannya sebuah kegiatan. Buktinya, warga membangun bangunan yang mengelilingi area pemakaman, mempercantiknya dengan berbagai jenis tanaman. Dan, para warga dengan sukarela membersihkan area tersebut saat waktu lenggang.
Selain itu, para warga juga melakukan sebuah kegiatan bari’an yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sedekah desa. Mereka melakukannya dengan alasan sebagai wujud rasa terima kasih. Mereka menolak jika orang beranggapan yang mereka kerjakan sebagai kepercayaan yang melanggar syariat islam, atau sebagai bentuk kerjasama atau hubungan mereka yang menyangkut pautkan dengan roh, jin atau makhluk tak kasat mata lainnya.
Tepat setelah beberapa hari warga telah memanen padi, di hari Jum’at sekitar pukul 11:00 WIB, mereka melakukan bari’an, yaitu kegiatan dimana mereka membawa berbagai jenis makanan, mulai dari makanan berat seperti nasi beserta lauk pauknya sampai makanan ringan maupun minuman untuk dibawa ke makam Mbah Ronggot.
Setelah para warga sampai, sesepuh desa akan memimpin doa berupa pembacaan tahlil. Setelahnya, warga saling menukar makanan yang telah dibawa kepada orang disekelilingnya. Setelah itu, dengan ucapan Allahumashollialaihsayyidinamuhammmad mereka membubarkan acara sederhana tersebut.
Alasan, mengapa mereka melakukan hal itu di area pamakaman, bukan di masjid atau di tempat lainnya, dikarenakan sebagai perwujudan rasa terimakasih. Bilamana, dilakukan di tempat lain maka akan memiliki rasa yang berbeda. Seperti halnya saat Kita tengah mengirim doa kepada saudara kita yang telah meninggal. Mengirim doa dengan medatangi makamnya dengan mengirim doa dengan tidak mendatangi makamnya akan jauh berbeda. Begitulah yang dirasakan para warga.
Selain sesudah panen padi, para warga melakukan hal tersebuat saat hendak melakukan hajatan besar seperti pernikahan atau khitanan. Perbedaannya, saat setelah panen padi jumlah warga yang ikut banyak, bahkan hampir seluruh warga desa tersebut berusaha mengikuti. Tetapi, saat akan ada hajatan, yang mengikuti hanya dari pihak sang tuan rumah dengan beberapa sesepuh desa.
Pewarta: Zanatul Faizah (Magang Redaktur Views & News UKMP Moderat)
Editor : Rokhimatul Inayah
Penerbit: Tim Media UKMP MÖDERAT
Engaging with The work is as thrilling as a spontaneous road trip. Where to next?
Presented a hard to understand topic engagingly, like a magician pulling a rabbit out of a hat.
I’m so grateful for the information you’ve shared. It’s been incredibly enlightening!
Explaining things in an understandable way is a skill, and you’ve mastered it. Thanks for clearing things up for me.
The elegance of The arguments is as captivating as a sunset. I could admire it all day.
This post was a breath of fresh air, like a surprise message that brightens The day. Thank you for the lift.
The Writing is like a trusted compass, always pointing me in the direction of enlightenment.
I find myself lost in The words, much like one would get lost in someone’s eyes. Lead the way, I’m following.
You have a knack for presenting hard to understand topics in an engaging way. Kudos to you!
The unique viewpoints you bring to The writing are as captivating as The online presence. Always a pleasure.
Beautifully written and informative, making the rest of the internet look bad.
What a compelling read! The arguments were well-presented and convincing.
The posts are like stars in the sky—each one shining brightly, guiding my curiosity.
The clarity and thoughtfulness of The approach is as appealing as a deep conversation over coffee.
You present hard to understand topics in a clear and engaging way, as if inviting me on an adventure of the mind.
Opened my eyes to new perspectives, and here I was thinking I’d seen it all.
The arguments were as compelling as The online persona. I’m totally sold—and not just on The ideas.
The elegance of The arguments is as captivating as a sunset. I could admire it all day.
Appreciate the clarity you bring to this topic. It’s like you’re speaking to five-year-olds, which is perfect for me.
Thank you for the hard work you put into this post. It’s much appreciated!
Reading The Writing is like finding the perfect song that I can’t stop listening to. Play it again?
Both informative and thought-provoking, as if my brain needed the extra workout.
The dedication to high quality content shows. It’s like you actually care or something.
The writing style is like a signature scent—distinct, memorable, and always pleasant.
The insights light up my intellect like fireworks. Thanks for the show!