spot_imgspot_imgspot_img
Rabu, Juni 12, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaUNEK-UNEKArtikelTakjil, Makna Asli dan Penyerapannya dalam Bahasa Indonesia

Takjil, Makna Asli dan Penyerapannya dalam Bahasa Indonesia

Moderatpers.com – Siapa yang tak pernah mendengar istilah ‘Takjil’? Apalagi ketika bulan Ramadan tiba. Istilah takjil tentunya sudah sangat akrab di telinga, terutama masyarakat muslim Indonesia.

Kebanyakan orang Indonesia mengartikan kata takjil sebagai menu makanan pembuka untuk berbuka puasa. Ada banyak ragam takjil yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat seperti kolak; bubur dan ragam minuman lainnya; aneka kue; gorengan, dan sejenisnya.

Namun demikian, ada juga sebagian orang yang memperdebatkan penggunaan istilah itu. Mereka menganggap, bahwa banyak orang yang salah kaprah dengan mengartikan takjil sebagai hidangan buka puasa. Lantas, apa makna takjil yang sebenarnya?

Dikutip dari berbagai sumber, penyerapan kata takjil sendiri berasal dari bahasa arab yaitu ‘Ajjala yang berarti menyegerakan. Jadi, makna kata takjil sebenarnya adalah menyegerakan berbuka puasa. Menyegerakan berbuka adalah salah satu anjuran nabi Muhammad SAW dalam berpuasa. Dalam hadis disebutkan :

عن سهل ابن سعد رضي اللّه عنه قال، رسول اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya : Dari Sahal Ibnu Sa‘ad RA bahwa, Rosululloh Saw bersabda : “Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”. (H.R. Bukhari, no. 1957 dan H.R. Muslim, no. 1098).

Kata Ajjala dalam hadis tersebut berarti anjuran untuk segera berbuka puasa dan tidak menunda waktu saat azan maghrib telah berkumandang. Makna tersebut sangat berbeda dengan pemahaman banyak orang yang mengartikan takjil sebagai berbagai menu yang dihidangkan saat berbuka puasa.

Baca Juga : Ramadan Bulan Istimewa

Perubahan makna ini berasal dari kebiasaan orang Arab yang suka mengkonsumsi kurma sebagai makanan pembuka, lalu mereka menyebutnya dengan kata “ta’jil” untuk memberi isyarat agar segera berbuka puasa. Istilah ini akhirnya sampai ke Indonesia dan digunakan untuk menyebut kurma sebagai menu awal berbuka puasa.

Seiring berjalannya waktu, karena kebiasaan masyarakat yang gemar berburu makanan saat menjelang azan maghrib, mereka menyebut kata “ta’jil”  yang diartikan sebagai menu berbuka puasa.

Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takjil memiliki dua makna yaitu sebagai kata kerja (Verba) dan kata benda (Nomina). Dalam konteks kata kerja, takjil berarti mempercepat (dalam berbuka puasa). Sedangkan, dalam konteks kata benda, takjil diartikan sebagai makanan untuk berbuka puasa.

Perubahan makna serapan dari bahasa asing adalah hal yang wajar. Oleh karena itu, kita tidak bisa menyalahkan orang yang memaknai kata takjil sebagai menu berbuka puasa. Karena pada dasarnya, bahasa adalah suatu ungkapan yang telah menjadi kebiasaan. Hal yang terpenting adalah saling mengerti satu sama lain dalam mengungkapan katanya.

Wallahu a’lam bissawab …

 

Penulis : M. Maksum Ali

Editor : Rokhimatul Inayah

6 KOMENTAR

  1. An interesting discussion is worth comment. I think that you should write more on this topic, it might not be a taboo subject but generally people are not enough to speak on such topics. To the next. Cheers

  2. Thanks , I have just been searching for info approximately this subject for a long time and yours is the best I have discovered till now. But, what in regards to the conclusion? Are you certain about the supply?

  3. Aw, this was a very nice post. In idea I would like to put in writing like this additionally – taking time and precise effort to make a very good article… but what can I say… I procrastinate alot and by no means seem to get something done.

  4. You really make it seem so easy together with your presentation however I in finding this matter to be actually something which I feel I’d never understand. It kind of feels too complicated and extremely extensive for me. I’m taking a look ahead for your subsequent publish, I?¦ll attempt to get the hang of it!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Warga Memelihara Makam Mbah Ronggot, Sebagai Bentuk Rasa Terima Kasih Atas Jasanya Semasa Hidup

13
Moderatpers.com– Di Dusun Tebon, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupatan Jombang, sebuah makam terlihat masih dirawat dengan baik oleh warganya. Hal tersebut dilakukan oleh masyarakat...

Launching Komunitas Medan Djoeang, Gelar Pelatihan Jurnalistik

0
Moderatpers.com - Badan Esekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy’ari. Sukses meluncurkan komunitas Medan Djoeang di Loby kampus C, pada Kamis (30/01/20).            ...

PPMI Adakan Bincang Santai Bertema “Pers Mahasiswa Tolak Tiga Periode, Pemilu Ditunda, dan Tipu-Tipu”

0
Moderatpers.com - Tanggapi isu politik tentang penundaan pemilu, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) mengadakan bincang santai dengan tema “Pers Mahasiswa Tolak Tiga Periode, Pemilu...

Dalam Rangka Diesnat FTI Yang Ke-VII, HMP TI Gelar Webinar Bertajuk “Meningkatkan Pengetahuan Tentang...

22
Möderatpers.com – Jumat, (27/08), Himpunan Mahasiswa Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi (HMP TI FTI) Unhasy menyelenggarakan kegiatan Webinar Nasional dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan...
Bertepatan Dengan Hari Pahlawan, Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari (MINHA) Resmi Dibuka Kembali

Bertepatan Dengan Hari Pahlawan, Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari (MINHA) Resmi Dibuka Kembali

0
Moderatpers.com - Bertepatan dengan peringatan hari pahlawan, Rabu (10/11) Pondok Pesantren Tebuireng resmi membuka kembali (launching) Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari (MINHA) dalam...