spot_imgspot_imgspot_img
Kamis, Juni 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_img
BerandaBERITAPada Closing POSMARU Unhasy, Kementrian Desa Imbau Mahasiswa Untuk Berperan Dalam Memajukan...

Pada Closing POSMARU Unhasy, Kementrian Desa Imbau Mahasiswa Untuk Berperan Dalam Memajukan Desa

Moderatpers.com- Closing POSMARU (Pekan Orientasi Mahasiswa Baru) Unhasy Tebuireng Jombang, pada Jumat, (15/10) menghadirkan Nasrun Annahar, salah satu staf perwakilan dari Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Derah Tertinggal dan Trasmigrasi. Pada acara tersebut, tema yang diangkat adalah “Desa Maju Bersama Mahasiswa”. Ia menghimbau agar mahasiswa Unhasy turut aktif dalam memajukan desa.

 

“Mahasiswa atau pemuda menyandang julukan Agent Of Change, yakni agen perubahan. mahasiswa dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membentuk perubahan untuk desa. Mahasiswa dengan program-programnya mampu menginovasi pembaruan desa, mampu berkontribusi dan bergabung untuk menstimulus pembangunan desa,” kata Nasrun dalam penjelasannya.

 

Sebanyak 738 peserta POSMARU menyimak dengan khidmat keberlangsungan acara yang diadakan via zoom itu. Dalam penjelasannya, Nasrun juga menjelaskan bahwa banyak perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat desa melalui program-program yang dijalankan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat. Oleh karenanya, Kementrian Desa, Kemendikbud, perusahaan swasta, Pemda dan Mitra Pembangunan berkolaborasi dengan Proyek Desa dan Perguruan Tinggi membentuk kampus merdeka dalam membangun perubahan untuk desa.

 

Karena mahasiswa memiliki peran sebagai Educator (yakni sebagai pendidik masyarakat melalui kelembagaannya), sebagai Fasilitator (pendamping dalam menggali potensi, praktik baik dan kebijakan warga dalam berkehidupan), sebagai Catalisator (yang melakukan inventaris potensi ekonomi dan kekayaan budaya desa melalui riset kearifan lokal), dan sebagai Developer (yang membantu mengembangkan ekonomi, sosial dan lingkungan desa).

 

“Sebelum menentukan program, usahakan melakukan riset terlebih dahulu, kira-kira apa yang dibutuhkan dalam suatu desa, dan perubahan yang seperti apa yang harus dibentuk. Jangan sampai  menentukan program yang menyalahi kearifan lokal desa tersebut. Karena masyarakat desa memiliki budaya dan kebiasaan yang tidak mungkin dirubah total,” jelasnya.

 

Pada umumnya, setiap desa memiliki problematika masing-masing, namun tentu masih memiliki potensi. Mahasiswa dituntut untuk fokus mencari solusi, sekaligus mengasah potensi. Karena kalau hanya terfokus pada masalah, mungkin masalah itu memang akan selesai, tetapi hanya sedikit, dan tidak maksimal. Sementara, potensinya sama sekali tidak terasah. Terakhir, ia juga memberi masukan, bahwa dalam mengajak masyarakat untuk berbenah, tidak hanya sekedar mengajak saja, namun juga disertai contoh.

 

 

Pewarta : Alfi Maghfiroh

Editor : Rokhimatul Inayah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Follow My

https://api.whatsapp.com/send/?phone=6285717777301

Baca Juga

Tanggapi Surat Edaran Kebijakan Kuliah Online, DPM-U Adakan Serap Aspirasi Mahasiswa

Tanggapi Surat Edaran Kebijakan Kuliah Online, DPM-U Adakan Serap Aspirasi Mahasiswa

7
Moderatpers.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari (DPM-U) adakan serap aspirasi mahasiswa guna menanggapi surat edaran yang dikeluarkan rektorat tentang pemberitahuan persiapan awal...

Senin Puisi (SenPus) #Ketuhanan

132
"Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepada-Ku, karena Akulah jalan itu." -Jalaluddin Rumi MengarungiMu Karya: Olivia Andi Calista Aku diam dan tak mengelak, Ketika...

Noda Dosen di Cincin Mahasiswa

7
  Moderatpers.com - UKMP MÖDERAT menerbitkan ulang laporan LPM Lintas mengenai kekerasan seksual di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Republikasi ini merupakan respons...
Dari Sulap Limbah Kain Perca, Kini Berdayakan Puluhan Tetangga

Dari Sulap Limbah Kain Perca, Kini Berdayakan Puluhan Tetangga

102
Moderatpers.com – Berawal dari niatan mengurangi limbah dan untuk mencari rezeki, Jamilah, seorang pengrajin jampel berbahan kain perca asal Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten...

Review Buku genre Demokrasi

0
Judul: Laut berceritaPenulis: Laela S.chudoriPenerbit: kepustakaan populer GramediaTerbit: Oktober 2017Tebal: 379 halaman Leila Salikha Chudori adalah penulis berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa cerita...